JawaPos.com - Seorang prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang sebelumnya dikibarkan massa di tiang halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Penurunan bendera dilakukan setelah aparat gabungan TNI-Polri membubarkan dan memecah konsentrasi massa yang terlibat kericuhan.
Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menjelaskan, kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai daerah pada awalnya berlangsung dengan tertib dan khidmat. Situasi kemudian berubah setelah diduga terjadi provokasi berupa pengibaran bendera bulan bintang di tengah kegiatan.
Menurut Mustafa, aparat TNI-Polri telah berupaya mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan agar massa tidak mengibarkan bendera bulan bintang dan tetap menjaga ketertiban. Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diterima sehingga terjadi aksi saling dorong antara sejumlah massa dan petugas.
Baca Juga: Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Distribusi ke Masyarakat
Situasi semakin tegang setelah massa menurunkan bendera Merah Putih yang terpasang di tiang halaman masjid dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Sejumlah bendera Merah Putih lain yang berada di sekitar kawasan masjid juga dilaporkan dicopot.
"Situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri," kata Mustafa dalam keterangannya, Minggu (15/8).
Kericuhan tersebut turut berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena lemparan benda keras. Bahkan, sebuah sepeda motor dinas TNI disebut dibakar oleh massa.
Menghadapi situasi yang semakin tidak terkendali, tim gabungan kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk membubarkan massa. Setelah dibubarkan, massa bergerak mundur dan menyebar ke sejumlah lokasi.
Baca Juga: 30 Tahun Berkarya, Bobby Suryadi Rilis Album Echoes of the Heart
"Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban," pungkasnya.