JawaPos.com - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menjadi sorotan warga di media sosial karena dibangun di kawasan perkebunan dan terlihat jauh dari permukiman.
Foto bangunan Kopdes Merah Putih Ternadi tersebut viral setelah diunggah melalui grup Facebook News ISK. Dalam foto, bangunan koperasi terlihat berdiri di kawasan perbukitan dengan latar belakang perkebunan.
Unggahan tersebut bahkan menyebut KDKMP Ternadi sebagai “Kopdes Merah Putih paling indah di Indonesia”. Ada pula keterangan yang menyebut koperasi terindah di Kudus berada di Desa Ternadi.
Baca Juga: Tarif Parkir di Jalan Tanjung Anom Kawasan Tunjungan akan Naik, Motor Rp 5.000 dan Mobil Rp 10.000
Postingan tersebut mendapat 121 komentar, 188 tanda suka, dan telah dibagikan dua kali.
Menanggapi hal itu, Camat Dawe Dian Noor Tamzis memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih Ternadi telah sesuai regulasi. Pemerintah desa juga telah menggelar musyawarah desa (musdes) dan lokasi tersebut disepakati bersama sebelum pembangunan.
Dian menjelaskan, pembangunan Kopdes Merah Putih harus menggunakan lahan milik pemerintah desa. Lahan yang disediakan untuk pembangunan memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi, sedangkan luas bangunan sekitar 200 meter persegi.
“Dari lahan yang dimiliki pemerintah desa, lahan yang dibangun KDKMP itu sudah sangat representatif. Lahan lainnya tidak memiliki luasan seperti itu,” jelasnya dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group).
Terkait lokasi yang terlihat berada di tengah perkebunan, Dian menyebut bangunan tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Jaraknya diperkirakan sekitar 100 meter.
Selain itu, akses menuju bangunan koperasi juga sudah tersedia. Namun, kondisi jalan saat ini masih berupa tanah. Menurut Dian, akses tersebut masih memungkinkan untuk dikembangkan seiring dengan pengembangan Kopdes Merah Putih.
“Ke depan tentu akses jalannya bisa dikembangkan. Pemerintah desa akan melihat kebutuhan pengembangan kawasan tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Dian menilai lokasi Kopdes Merah Putih Ternadi justru memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Letaknya yang berada di kawasan lereng Gunung Muria menawarkan panorama alam yang menarik.
Selain itu, Kodpes tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung potensi kopi Ternadi yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan desa.
“Saya melihat ada potensi untuk dikembangkan ke depan, karena di Ternadi juga terkenal dengan kopinya,” ungkap Dian.
Bukan Jauh dari Permukiman
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie juga menilai lokasi Kopdes Ternadi sebenarnya tidak jauh dari permukiman. Menurutnya, kesan bangunan berada di tengah kawasan yang sepi muncul karena sudut pengambilan foto.
“Sebenarnya cukup dekat dari permukiman, tidak lebih dari 150 meter. Kawasan tersebut seolah-olah sepi karena berada di wilayah pegunungan,” katanya.
Dia menjelaskan, lokasi tersebut juga berada di jalur transportasi yang setiap hari digunakan masyarakat. Sebelum digunakan untuk pembangunan Kopdes, lahan tersebut diketahui merupakan lapangan sepak bola.
Menurut Yuusufa, kondisi akses menuju lokasi juga masih memungkinkan dilalui kendaraan besar. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan karena Kopdes nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat aktivitas koperasi, tetapi juga mendukung perekonomian warga.
“Akses menuju lokasi masih memungkinkan dilalui truk. Kopdes ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan menampung hasil panen petani,” jelasnya.
Dengan posisi yang berada di kawasan pertanian dan perkebunan, Kopdes Ternadi diharapkan dapat menjadi salah satu titik penggerak ekonomi masyarakat. Terutama dalam membantu pemasaran hasil pertanian serta mengembangkan potensi kopi lokal.
Namun, hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Ternadi Arik Wahono belum memberikan tanggapan ketika dimintai konfirmasi mengenai pembangunan Kopdes tersebut.