← Beranda
6 Provinsi dalam Keadaan Kritis Akibat Karhutla, BNPB Teruskan Pemadaman di Kawasan TNBTS
Syahrul YunizarSelasa, 11 Agustus 2026 | 04.54 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago menjelaskan upaya penanggulangan karhutla yang sudah dilakukan di Indonesia sampai Senin (10/8). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah menyatakan bahwa 6 provinsi di Indonesia kini dalam keadaan kritis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya pemadaman tersebut berlangsung. Termasuk penanggulangan karhutla di Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim), yang masih berlangsung.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago membeber kondisi terkini penanggulangan karhutla di Indonesia usai rapat bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto pada Senin (10/8).

”Daerah yang kami waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada 6 provinsi, (karhutla) juga muncul di daerah lain di luar yang 6. Kalau yang 6 kami pantau dengan ketat,” kata Djamari kepada awak media.

Baca Juga: Simak! 3 Shio yang Terlindungi dari Hidup Sial Sepanjang Tahun Berkat Hati yang Teramat Dermawan

Berdasar data prakiraan dari BMKG, risiko tinggi karhutla meluas terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan pemantauan, pencegahan dan kesiapsiagaan, khususnya di 6 provinsi prioritas. Yakni Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sampai kemarin (9/8) luas lahan terbakar di 6 provinsi prioritas tercatat sekitar 48.889,69 hektare. Luasan terbesar berada di Kalbar sekitar 28.680,47 hektare, disusul Riau 15.551,76 hektare, Kalteng 3.069,52 hektare, Sumsel 664,87 hektare, Jambi sekitar 540 hektare, dan Kalsel 383,07 hektare. Secara keseluruhan karhutla sudah membakar 107 ribu hektare hutan dan lahan di Indonesia.

Menurut Letjen Suharyanto, penguatan operasi satgas darat sebagai ujung tombak utama penanganan karhutla sudah ditekankan oleh menko polkam. Itu dilakukan mengingat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sangat bergantung pada ketersediaan awan hujan yang diperkirakan belum dapat berjalan optimal hingga akhir Agustus nanti.

”Operasi udara sifatnya membantu. Ketika tidak ada awan hujan, OMC tidak dapat dilakukan. Dalam kondisi seperti itu, operasi darat menjadi sangat penting, terutama untuk memastikan api di lahan gambut benar-benar padam,” kata dia.

Meski begitu, BNPB menyiagakan pesawat untuk melakukan OMC ketika kondisi awan memungkinkan. Setiap terdapat pertumbuhan awan yang memenuhi kondisi untuk OMC, operasi akan segera dilaksanakan. Selain itu, operasi udara tetap disiagakan sebagai kekuatan pendukung operasi darat. Saat ini telah tergelar 35 unit armada yang terdiri atas 12 helikopter atau pesawat patroli, 21 helikopter water bombing, dan 2 pesawat OMC.

Tidak hanya itu, BNPB mengupayakan penambahan 8 unit helikopter water bombing untuk memperkuat operasi penanganan karhutla. Menurut Suharyanto, water bombing merupakan dukungan terhadap operasi darat. Terutama untuk pemadaman api di lahan gambut. Setelah dilakukan pemboman air, pasukan darat melakukan penyisiran dan pemadaman untuk memastikan api benar-benar hilang.

Khusus karhutla di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jatim, BNPB mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi mulai Senin (3/8). Berdasar laporan terbaru yang diterima oleh BNPB hari ini, luas area terdampak kebakaran mencapai sekitar 742,70 hektare. Data tersebut masih berkembang dan dalam proses pendataan ulang.

Dari 34 titik kebakaran yang sebelumnya terpantau, penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa tidak terpantau titik api di wilayah P30 dan Dingklik, sementara tim gabungan masih melanjutkan penanganan darat di wilayah Ranupani. Dia memastikan, penanganan dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara.

”Kita tidak hanya mengejar api padam, tetapi juga memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali. Setelah pemadaman, pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi aman sebelum kawasan kembali dibuka,” ujarnya.

Untuk semenyara Kawasan TNBTS masih ditutup. Itu dilakukan sebagai langkah pencegahan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. Pemantauan akan terus dilakukan setelah pemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Karhutla di kawasan TNBTS menjadi perhatian karena berada di kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata alam.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah