← Beranda
107 Ribu Hektare Lahan Terbakar, Pemerintah Pastikan Tak Ada Asap Sampai ke Negara Tetangga
Syahrul YunizarSenin, 10 Agustus 2026 | 23.41 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago menjelaskan upaya penanggulangan karhutla yang sudah dilakukan di Indonesia sampai Senin (10/8). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Pemerintah mencatat sebanyak 107.000 hektare lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia. Namun, dipastikan tidak ada asap melintas ke negara tetangga.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan bersama-sama. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa kondisi dan situasi karhutla saat ini memang sudah darurat.

Karena itu, penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah juga harus ekstra. ”Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia yang terbakar (karhutla) terhitung 107.000 hektare lebih,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (10/8).

Untuk menanggulangi karhutla tersebut, pemerintah mengerahkan tim darat dan udara. Khusus tim udara, sebanyak 43 helikopter sudah dikirim ke berbagai lokasi karhutla.

Selain itu, pesawat yang bisa dipakai untuk melakukan water bombing juga dikerahkan. Jumlahnya 10-15 unit di beberapa lokasi berbeda.

”Kalau Satgas Darat banyak sekali yang disiapkan, banyak sekali dan kekuatan yang tercantum cukup banyak di darat,” kata dia.

Djamari mengakui bahwa dengan kondisi saat ini, penanggulangan paling efektif adalah melalui operasi udara. Khususnya lewat modifikasi cuaca. Namun, sejauh ini langkah itu belum bisa diambil karena sejauh ini tidak ada awan hujan yang dibutuhkan dalam operasi modifikasi cuaca.

”Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan. Untuk itu maka kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit apapun yang, kira-kira akan memunculkan awan hujan, segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca,” jelas dia.

Meski kondisi dan situasi karhutla sudah darurat, Djamari memastikan bahwa asap yang ditimbulkan tidak sampai melintas ke negara tetangga. Pemerintah mengupayakan agar hal itu tidak terjadi.

Tujuannya agar karhutla yang terjadi di lebih dari 107 ribu hektare tidak sampai berpengaruh ke negara lain. ”Jadi, kita juga upaya sekeras mungkin, upaya itu untuk tidak mengganggu juga pihak lain. Itulah yang kita lakukan ya, baik ke negara tetangga yang mana pun dekat dengan kita.

Tapi, sampai dengan hari ini tidak ada itu. Dan kita jaga betul supaya tidak,” ujarnya.

Djamari menyatakan bahwa ikhtiar keras itu dilakukan sebagai salah satu bentuk kerja keras untuk menjaga wibawa bangsa. Karena itu, semua sumber daya yang dimiliki dikerahkan secara maksimal agar karhutla yang terjadi di berbagai titik dapat ditangani dengan baik.

Baca Juga: Karhutla TNBTS Belum Padam, 30 Water Bombing Dioperasikan Intensif

”Kami menekankan betul kepada rekan-rekan yang ada di lapangan, upaya ini bukan hanya sekadar bagaimana pemadaman api, bagaimana menjaga lingkungan supaya tidak mengganggu kesehatan, tapi juga di sini adalah masalah masalah kebangsaan yang kita punya. Kita menjaga wibawa bangsa ini,” ujarnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan