JawaPos.com – Pemerintah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Minggu (9/8). Kebijakan tersebut diambil menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi tersebut.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan keputusan penutupan total itu saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Minggu kemarin. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
"Saya sudah instruksikan kepala balai untuk menutup sementara secara total Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," kata Raja Juli saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Raja Juli mengatakan, penutupan kawasan diperlukan agar seluruh sumber daya dapat diarahkan secara optimal untuk menangani kebakaran. Berdasarkan perkiraan sementara, area yang terdampak karhutla mencapai sekitar 520 hektare.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Pecat Raka Raki Jatim Usai Viral Skandal Aborsi Pacar
"Tujuannya satu agar semua bisa fokus memadamkan api dan semua mengantisipasi kemungkinan terjadi kebakaran di tempat-tempat lain, yang kedua juga soal safety first, tidak mau mempertaruhkan warga negara karena bencana ini," ucapnya.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman di titik api yang saat ini terbakar. Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah antisipasi karena potensi kebakaran masih dapat terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam memperkuat koordinasi di lapangan, pemerintah membentuk struktur incident commander. Struktur tersebut diharapkan membuat pembagian tugas dan penanganan berbagai kebutuhan selama operasi pemadaman berlangsung menjadi lebih sistematis.
“Kita juga sudah rapat untuk membuat incident commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaan ini lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur, semua kebutuhan, tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan bisa lebih baik,” ujarnya.
Dengan adanya incident commander, seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran dapat bekerja dalam satu pola koordinasi. Berbagai kebutuhan operasional serta kendala yang ditemukan di lapangan juga diharapkan dapat segera direspons.
Ia pun memastikan, pemerintah tidak akan menghentikan penanganan sebelum kondisi kebakaran benar-benar aman. Pengawasan dan upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga kawasan dinyatakan terkendali dan dapat kembali dibuka untuk aktivitas masyarakat.
“Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi baru nanti water bombing-nya berhenti,” jelasnya.
Baca Juga: Ada Unsur Pidana, Kasus Meninggalnya Sutrimo Eks Karumga Febrie Adriansyah Naik ke Penyidikan
Lebih lanjut, Raja Juli juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla tersebut dilakukan berdasarkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah maksimal untuk menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi meningkat akibat kondisi cuaca.
“Secara nasional Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Artinya pemerintah all out untuk mengantisipasi El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini,” pungkasnya.