JawaPos.com - Perbatasan negara tidak hanya dikawal para tentara, polisi pun demikian. Kehadiran polisi dalam mengamankan perbatasan negara untuk memastikan tidak adanya kejahatan transnasional atau kejahatan melintas batas negara.
Pengamanan di perbatasan untuk menghadapi kejahatan lintas negara itu dilakukan oleh Polri melalui Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Australian Federal Police (AFP) dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL).
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, tantangan keamanan di wilayah perbatasan tidak dapat dihadapi sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, terutama dalam pengawasan wilayah perbatasan, pertukaran informasi intelijen, serta penanganan kejahatan transnasional.
"Posisi strategis NTT menuntut kerja sama yang semakin erat agar keamanan kawasan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh perlindungan yang maksimal,” ujar Irjen Pol Rudi Darmoko pada Jumat (7/8).
Baca Juga: Patroli Perbatasan Papua-Papua Nugini, Prajurit TNI Temukan 5.000 Batang Tanaman Ganja di Yahukimo
Adapun ketiga institusi polisi itu bertemu di Kupang pada Rabu (5/8). Delegasi AFP yang dipimpin Federal Agent Chad Aston bersama Judy Goldsmith, Sarah Hammond, dan Dalia Das Regas. Untuk delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Calisto Gonzaga bersama Boavida Ribeiro, Eugenio Pereira, dan Esterlita Gama Soares.
Kehadiran kedua delegasi tersebut semakin mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat keamanan kawasan melalui kolaborasi internasional.
Sebagaimana diketahui, posisi geografis NTT berbatasan langsung dengan Timor-Leste serta berada pada jalur strategis menuju Australia. Kondisi itu mengharuskanpengamanan kawasan perbatasan sebagai tantangan yang tidak dapat dilakukan secara parsial.
Oleh karena itu, kata Rudi, diperlukan sinergi yang semakin kuat agar berbagai potensi kejahatan lintas batas dapat dicegah sejak dini melalui kerja sama yang terkoordinasi.
Pertemuan itu dilanjutkan dengan rapat teknis oleh delegasi Polri, AFP, dan PNTL. Mereka membahas penguatan koordinasi, mekanisme pertukaran informasi intelijen, serta langkah operasional bersama dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra mengatakan, trilateral meeting itu menjadi bukti bahwa Polda NTT tidak hanya fokus menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membangun kolaborasi internasional demi melindungi masyarakat.
"Kerja sama itu akan memperkuat deteksi dini, mempercepat pertukaran informasi, dan meningkatkan kapasitas aparat dalam menghadapi berbagai ancaman lintas negara secara lebih efektif.”