← Beranda
PASTI Gandeng Masyarakat Perkuat Upaya Cegah Stunting di Kubu Raya
Dimas ChoirulJumat, 7 Agustus 2026 | 18.23 WIB
Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat/(Istimewa).
 
JawaPos.com – Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
 
Melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat, program tersebut mengembangkan berbagai intervensi mulai dari edukasi gizi, pendampingan keluarga, hingga pemanfaatan pangan lokal.
 
Program PASTI merupakan kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA. Program yang dijalankan Wahana Visi Indonesia itu ditargetkan berlangsung hingga Januari 2027.
 
Upaya tersebut dilakukan karena prevalensi stunting di Kubu Raya masih tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di kabupaten tersebut mencapai 30,2 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kalimantan Barat sebesar 26,8 persen maupun nasional yang berada di angka 19,8 persen.
 
Berdasarkan hasil monitoring PASTI periode 2025 hingga semester I 2026, program tersebut telah menjangkau 1.188 orang tua dan ibu hamil melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kelompok. Sebanyak 1.137 peserta atau sekitar 95,7 persen di antaranya menunjukkan pemahaman yang baik mengenai stunting.
 
Baca Juga: 1.700 Dapur MBG di Wilayah dengan Stunting Tertinggi Segera Beroperasi, BGN: Aktivasi Bertahap
 
Bupati Kubu Raya H. Sujiwo mengatakan pemerintah daerah berharap praktik yang telah dijalankan dapat diterapkan di wilayah lain.
 
"Kami harap dampak yang dihasilkan oleh Program PASTI nantinya dapat kami replikasi di wilayah-wilayah lain, sehingga dapat semakin menurunkan angka stunting di seluruh Kabupaten Kubu Raya," kata dia.
 
Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation Michael Susanto menilai pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
 
"Karena itu, stunting harus dicegah sedini mungkin. Jika empat desa model di Kubu Raya berhasil, kami optimistis praktik baik ini dapat direplikasi, tidak hanya di 27 desa model Program PASTI, tetapi juga di lebih banyak desa di seluruh Indonesia," ungkapnya.
 
Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto mengatakan pencegahan stunting merupakan investasi sosial yang penting untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
 
"Bagi AMMAN, pencegahan stunting menjadi investasi sosial yang diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, AMMAN ikut berkontribusi untuk menjaga anak-anak Indonesia dari stunting sejak dini, bahkan sejak sebelum dilahirkan," katanya.
 
Senada, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut Program PASTI sejalan dengan komitmen Bakti BCA dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
 
"Dengan beberapa strategi yang dilakukan lewat Program PASTI, BCA optimistis dampak yang akan terasa adalah terciptanya masyarakat yang lebih produktif dan mandiri, yang mampu menjaga kualitas kesehatan generasi berikutnya secara berkelanjutan," ungkapnya.
 
Program juga mengembangkan Pos Gizi DASHAT di 20 desa dan kelurahan. Hingga semester I 2026, kegiatan tersebut telah melibatkan 290 baduta dan 159 ibu hamil berisiko kurang energi kronis (KEK).
 
Salah satu peserta Pos Gizi DASHAT, Susanti (24), mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti program tersebut.
 
"Saya senang sekali ikut PGD. Setelah mengikuti kegiatan ini, berat anak saya naik hingga 800 gram. Sebelumnya, berat anak saya sulit naik karena nafsu makannya kurang," tuturnya.
EDITOR: Mohamad Nur Asikin