← Beranda
Kepala BGN Sudaryono Luruskan Isu Tambahan 13.000 Dapur MBG: Baru 1.700 Siap Beroperasi
Dimas ChoirulKamis, 6 Agustus 2026 | 23.23 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan isu mengenai pembukaan 13.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, angka tersebut bukan berarti seluruh dapur akan langsung beroperasi, melainkan merupakan total titik yang berada pada berbagai tahapan pembangunan.

Sudaryono mengatakan, informasi mengenai pembukaan 13.000 dapur sempat menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Padahal, sebagian titik masih berupa rencana, sementara sebagian lainnya telah selesai dibangun.

"Jadi sempat ramai Pak Menko ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai gitu," kata Sudaryono usai rapat koordinasi bersama Menko Pangan, di Jakarta, Rabu (6/8).

Ia menjelaskan, BGN kini memadankan data dapur yang telah tersedia dengan data wilayah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Langkah itu dilakukan agar operasional dapur diprioritaskan di daerah yang paling membutuhkan atau stunting tinggi.

"Ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap ini," ujarnya.

Dari hasil pemetaan tersebut, baru sekitar 1.700 dapur yang dinilai siap beroperasi karena telah selesai dibangun dan berada di wilayah prioritas. Pengoperasiannya pun akan dilakukan secara bertahap mulai pekan depan.

"Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan, nanti insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi minggu depannya lagi, sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu yang ini kita sisir semua," jelasnya.

Sudaryono menambahkan, BGN juga masih melakukan penyisiran terhadap seluruh data dapur dan penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada daerah dengan tingkat stunting tinggi dan wilayah yang sulit dijangkau.

"Yang jelas kita yang ada sekarang ini ada 27 ribu sekian kita lagi sisir termasuk penerima manfaat di sekolah mana kita sisir semua. Beres, kemudian minggu depan mana yang kurang itu prioritas kita. Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu proses pembangunan maupun operasional dapur MBG. Seluruh proses, kata dia, dilakukan secara transparan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: BGN Tak Tutup Kemungkinan Pidanakan Pelaku Keracunan MBG Jika Ditemukan Unsur Kesengajaan

"Jadi semua kita by system dan semuanya kita transparan semua," tegas Sudaryono. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan