← Beranda
KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU atas Dorongan PWNU dan PCNU, Usung Semangat Khidmah
Latu Ratri MubyarsahRabu, 5 Agustus 2026 | 05.26 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud. (Dok. MUI)

 

JawaPos.com - Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menyatakan kesiapan maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar mendatang.

Langkah ini dia ambil merespons aspirasi dan dorongan dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para kiai dari berbagai daerah di Indonesia.

”Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasi secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar Kiai Marsudi dalam sebuah tayangan podcast ruang publik.

Baca Juga: Korlantas Polri Terapkan Sistem Face Recognition Terintegrasi ETLE dan Data Dukcapil 

Dia menegaskan, seluruh perjalanan hidupnya tidak pernah lepas dari semangat khidmah (pengabdian). Oleh karena itu, ketika dorongan tersebut datang dari pengurus daerah, dia menyatakan kesiapan.

”Hidup saya ini tidak lepas dari khidmah. Ketika perjalanan menuju khidmah ini didukung cabang-cabang maupun wilayah, di mana saja dan kapan saja, kita siap. Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya, baik itu khidmah lil 'ilmi (pengabdian pada ilmu), khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” ungkap Kiai Marsudi.

Kiai Marsudi menambahkan pentingnya pengalaman berorganisasi secara berjenjang sebelum memimpin sebuah lembaga besar. ”Sebelum menjadi Ketua Umum, minimal harus terbiasa menjadi umumnya ketua. Kita sudah terbiasa melewati proses dari bawah agar memahami refleksinya. Jadi ketika ada masalah, insting dan sensorik organisasi kita sudah terlatih untuk melakukan perbaikan,” jelas Kiai Marsudi.

Baca Juga: Jumlah Penduduk Indonesia Sudah Tembus 290 Juta Jiwa

Dukungan dari Indonesia Timur dan Kalimantan

Dukungan terhadap Kiai Marsudi terus mengalir dari jajaran pengurus tingkat cabang. Ketua PCNU Kota Tual Juni Tamsil Kilwo menilai dinamika menjelang Muktamar membutuhkan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga independensi PBNU.

”Dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal baik dan ada yang perlu diperbaiki. Di tengah dinamika elite PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menghadirkan figur yang lebih baik dan amanah,” tutur Juni.

Menurut Juni, komunikasi intensif untuk menyatukan suara telah dilakukan bersama sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

”Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif, dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka,” tegas Juni.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso, menegaskan bahwa Kiai Marsudi memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni untuk memimpin PBNU.

”Beliau jelas latar belakangnya, jelas ketokohannya, dan jelas kiprahnya. Kader Nahdliyin pasti mengakui kapasitas beliau. Peran beliau tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Eko.

Baca Juga: Kunjungi Gedung Parlemen, Santri Darul Amanah Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Bangsa

Eko menyoroti keaktifan Kiai Marsudi dalam berbagai forum internasional yang mengusung isu perdamaian dunia. ”Beliau aktif sebagai pembicara perdamaian dunia di Global Peace Foundation. Beliau kerap mempromosikan nilai moderasi Islam, Pancasila, dan kerukunan antaragama di berbagai forum internasional. Tidak sembarang orang bisa diundang dan menjadi pembicara di tingkat global seperti itu,” beber Eko.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah