JawaPos.com - Memasuki Agustus, Mabes Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional masih terkendali. Korps Bhayangkara juga sudah mengambil langkah untuk melakukan deteksi dini dan mencegah segala bentuk potensi kerawanan.
Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi pada Selasa (4/8). Dia membeber informasi tersebut di tengah-tengah maraknya perhatian publik terhadap penguatan sistem pengamanan di sejumlah kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan di Jakarta.
”Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” kata Isir.
Langkah antisipatif tersebut dilakukan secara berlapis, melibatkan seluruh satuan kewilayahan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, sampai polsek. Pengamanan fokus pada kawasan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Tidak hanya itu, Polri juga terus memantau secara real time melalui Daily Operational Reporting System (DORS) yang menjadi sarana pemantauan situasi kamtibmas dari seluruh wilayah Indonesia. Berdasar data DORS, situasi keamanan secara umum berada dalam kondisi terkendali.
”Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif,” imbuhnya.
Sejauh ini, Polri tidak menemukan kejadian menonjol berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional maupun aktivitas perekonomian masyarakat. Data didapat melalui DORS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali.
”Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” ujarnya.
Menurut Isir, peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan maupun pengelola kawasan usaha merupakan langkah antisipatif yang lazim dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja, perlindungan aset, dan kelancaran operasional perusahaan.
Karena itu, Polri mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Apalagi sampai memicu kegaduhan.
”Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga,” tegasnya.