← Beranda
Tes Narkoba Mendadak Sasar Ratusan Awak Pesawat di Soekarno-Hatta, Ada Apa?
Ryandi ZahdomoMinggu, 2 Agustus 2026 | 17.06 WIB
Awak pesawat menjalani tes narkoba mendadak yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/8). (Istimewa)

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar tes narkoba mendadak terhadap 134 personel penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/8). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh awak pesawat dalam kondisi prima dan bebas narkotika saat bertugas.

Pemeriksaan acak Rapid Urine Napza tersebut menyasar kru penerbangan domestik maupun internasional dari berbagai maskapai nasional. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat demi menjaga standar keselamatan, keamanan, serta kenyamanan para penumpang udara.

Menyasar 6 Maskapai Nasional

Inspeksi keselamatan ini tidak berfokus pada satu maskapai saja. Petugas memeriksa personel dari enam maskapai besar tanah air, yakni Garuda Indonesia, Citilink, TransNusa, Lion Group, Pelita Air, hingga AirAsia.

Baca Juga: Dua Derby Panas Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026! Persib vs Persija, Persebaya vs Arema FC

Rinciannya, sebanyak 54 awak kokpit dan awak kabin rute internasional menjalani pemeriksaan. Sementara untuk rute domestik, tercatat ada 80 personel yang turut dites urin.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan, kelaikan penerbangan tidak hanya bergantung pada mesin pesawat atau kesiapan bandara semata, melainkan juga fisik dan mental para kru.

"Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan penerbangan melalui pengawasan yang konsisten terhadap seluruh aspek operasional, termasuk memastikan setiap personel penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar," tegas Lukman.

Hasil Pemeriksaan dan Komitmen Zero Tolerance

Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, seluruh personel penerbangan yang dites secara umum dinyatakan berada dalam kondisi baik dan memenuhi persyaratan operasional.

Meski demikian, pihak Kemenhub menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan. Penindakan tegas tetap menanti siapapun yang terbukti melanggar aturan.

"Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan penerbangan. Setiap indikasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap terjaga," lanjut Lukman.

Sinergi Lintas Lembaga demi Kepercayaan Publik

Aksi pengawasan keselamatan ini terlaksana berkat kolaborasi lintas divisi, melibatkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Balai Kesehatan Penerbangan, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I.

Ke depan, Kemenhub memastikan agenda tes kesehatan dan tes narkotika secara acak maupun berkala ini bakal terus diperluas ke berbagai bandara lain di seluruh Indonesia.

Melalui pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara nasional semakin meningkat.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah