JawaPos.com - Sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggandeng OceanX untuk meneliti 7 Taman Nasional (TN) dengan ekosistem laut di Indonesia. Kerja sama itu ditegaskan lewat pertemuan di Jakarta pada Rabu (22/7).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berharap, kolaborasi tersebut bisa memperkuat pengelolaan dan perlindungan 7 TN ekosistem laut. Dia juga menyebut, langkah itu sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kawasan konservasi berbasis data dan ilmu pengetahuan.
Dalam keterangan resmi pada Kamis (23/7), Raja Juli menyampaikan bahwa saat ini Kemenhut mengelola 7 TN laut yang memiliki kekayaan ekosistem dan keanekaragaman hayati tinggi. Ketujuh TN laut tersebut tersebar di beberapa daerah,
Rinciannya terdiri atas Taman Nasional Wakatobi, Kepulauan Seribu, Takabonerate, Teluk Cenderawasih, Togean, Karimunjawa, dan Bunaken. Selain itu, Raja Juli menyebut, masih ada Taman Nasional Komodo yang memiliki kawasan konservasi darat dan laut.
”Kami Kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean. Total ada 7 Taman Nasional,” kata dia.
Raja Juli memastikan, Kemenhut tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi kawasan konservasi, melainkan juga menjalankan upaya pemulihan ekosistem laut, termasuk penanaman terumbu karang. Karena itu, kolaborasi dengan OceanX diyakini dapat memperkuat ketersediaan data ilmiah sebagai dasar pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi laut.
”Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding, pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” ujarnya.
CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone yang datang langsung ke Jakarta mengaku, organisasinya sudah melaksanakan 2 misi penelitian di Indonesia. Saat ini, mereka fokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara.
Lewat kerja sama dengan Kemenhut, OceanX berkomitmen membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi. Dia menjamin, seluruh data yang dihasilkan akan menjadi milik Kemenhut sebagai dasar penyusunan kebijakan.
”Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas. Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains,” kata Vincent.