JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pengganti Nanik Sudaryati Deyang yang memutuskan mundur dengan alasan kesehatan.
"Bapak Presiden memutuskan selaku pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).
Prasetyo menjelaskan, pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada Rabu siang di Istana Negara.
Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di BGN, sehingga seluruh program dan tugas lembaga tetap berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang
"Penggantinya akan direncanakan dilantik hari ini juga supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman," tegasnya.
Harta kekayaan Sudaryono capai Rp 31,3 miliar
Harta kekayaan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjadi perhatian publik setelah tercatat mengalami peningkatan signifikan sejak menjabat pada 10 September 2024.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 29 Maret 2026, total kekayaan Sudaryono mencapai Rp 31.394.894.928.
Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan laporan awal saat dirinya mulai menjabat sebagai Wamentan, yang mencatatkan total kekayaan sebesar Rp 8.861.192.525.
Dalam LHKPN terbaru, Sudaryono tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebanyak 21 bidang yang tersebar di Bogor, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, dan Jakarta Selatan. Harta tidak bergerak milik Sudaryono tercatat senilai Rp 69.694.000.000.
Baca Juga: Istana Bakal Umumkan Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN Rabu Sore
Politikus Partai Gerindra itu juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin, di antaranya mobil Toyota Fortuner tahun 2014, mobil Toyota Innova tahun 2018, mobil Toyota Fortuner tahun 2022, mobil Toyota Innova tahun 2023, dan motor bebek tahun 2022. Harta bergerak milik Sudaryono senilai Rp 1.074.900.000.
Ia juga melaporkan memiliki surat berharga Rp 7.645.500.000, kas dan setara kas Rp 13.345.770.717.
Namun, Sudaryono tercatat memiliki utang sebesar Rp 60.365.275.789. Sehingga total hartanya mencapai Rp 31.394.894.928