← Beranda
Keselamatan Lalu Lintas Butuh Kolaborasi Semua Pihak, Polri Soroti Rendahnya Budaya Berkendara   
Sabik Aji Taufan• Rabu, 8 Juli 2026 | 18.25 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo. (Polri)

 

JawaPos.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo menilai bahwa mewujudkan keselamatan lalu lintas membutuhkan kolaborasi semua pihak. Apalagi budaya tertib berlalu lintas saat ini masih cukup rendah.

Wibowo mengatakan, program keselamatan lalu lintas tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Para pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat perlu dilibatkan.

"Tidak ada keberhasilan lalu lintas itu karena satu orang, satu kementerian, atau satu instansi. Keberhasilan itu karena semua kementerian, semua stakeholder terkait, pemerintah daerah, termasuk masyarakat itu sendiri. Semua karena kita," kata Wibowo, Rabu (8/7).

Dia menyampaikan, tantangan lalu lintas ke depan akan semakin kompleks. Indonesia diproyeksikan memasuki bonus demografi hingga 2045 dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat.

Baca Juga: Wali Kota Bima Sebut Pelantikan Ipar adalah Fitnah, Begini Katanya

Polri mencatat pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai rata-rata 5-6 persen setiap tahun. Pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan.

Kondisi semakin diperparah oleh budaya tertib lalu lintas masyarakat yang dinilai masih rendah. Terutama pelanggaran oleh pengendara sepeda motor berupa lawan arus.

"Budaya tertib lalu lintas masyarakat kita juga masih sangat kurang. Yang paling terlihat dan menjadi keluh kesah masyarakat adalah lawan arus," imbuhnya.

Selain itu, perkembangan teknologi dan tingginya mobilitas masyarakat juga menuntut pelayanan lalu lintas yang semakin efektif, efisien, mudah diakses, dan tetap menjamin keamanan bagi pengguna jalan.

Di hadapan jajaran Korlantas Polri dan para stakeholder, Irjen Wibowo juga menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya, Kakorlantas Polri periode 2025-2026 Irjen Pol Agus Suryonugroho. Menurutnya, berbagai program dan capaian yang telah dibangun menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan lalu lintas ke depan.

"Hal-hal yang sudah ditorehkan Kakak Asuh (Irjen Pol Agus Suryonugroho) menjadi pondasi dan penyemangat bagi kami untuk melanjutkan tugas-tugas ke depan," tandasnya.

Sebagai langkah awal, Wibowo mengaku akan segera melakukan pemetaan dan survei sejumlah jalur, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sebagai persiapan menghadapi Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Operasi Ketupat.

EDITOR: Sabik Aji Taufan