JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menampik tudingan tak datang atau bahkan tak diundang Pemerintah Iran dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei. Isu ini muncul lantaran tak ada nama Indonesia di list negara yang datang dalam prosesi sakral tersebut.
Juru Bicara (Jubir) 1 Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan, pihak Iran telah menyampaikan undangan pada 2 Juli. Undangan tersebut disampaikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di sana bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri pejabat tinggi dari pemerintah pusat.
“Pemerintah RI menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas undangan Pemerintah Iran untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei,” kata Yvonne Mewengkang dalam keterangan resminya Sabtu (4/7).
Baca Juga: Keiko Fujimori Menang Pilpres Peru, Bayang-bayang Dinasti Politik Ayahnya Masih Jadi Kontroversi
Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut dia, Pemerintah RI pun telah menugaskan Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat untuk hadir secara resmi mewakili pemerintah Indonesia. Pihak Iran pun menyampaikan apresiasi atas keputusan Pemerintah RI mengirim Dubes Rolliansyah sebagai perwakilan resmi Indonesia tersebut.
“Dan sebagai informasi, pada 4 Juli pagi waktu Tehran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran,” tutur Yvonne Mewengkang.
Berdasar informasi resmi Pemerintah Iran, rangkaian acara penghormatan kepada almarhum akan berlangsung selama satu minggu, dimulai sejak 3 sampai 9 Juli 2026 di berbagai kota di Iran dan Irak. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di kota Mashhad pada 9 Juli.