← Beranda
Bukan Demo Biasa, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Sulap CFD Bundaran HI Jadi Mimbar Bebas: Pemerintah Tutup Telinga!
Ryandi ZahdomoMinggu, 28 Juni 2026 | 21.40 WIB
Aliansi mahasiswa menggelar aksi Solidarity Campaign di CFD Bundaran HI, Minggu (28/6). (Istimewa)

JawaPos.com - Minggu pagi ini (28/6), Kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI Jakarta tidak hanya dipadati warga untuk berolahraga dan perayaan HUT Jakarta. Aliansi mahasiswa yang dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar aksi bertajuk Solidarity Campaign CFD.

Aksi ini sengaja memanfaatkan momentum keramaian CFD dan suasana perayaan ulang tahun (HUT) Jakarta ke 499 untuk membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat luas.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menegaskan, gerakan ini merupakan akumulasi dari kemarahan publik yang selama ini tidak pernah mendapatkan jawaban konkret dari pemerintah.

"Kemarahan itu adalah nyata, terukur, dan beralasan. Tapi kemarahan itu belum dijawab. Dan memang tidak pernah dijawab," ujar Yatalathof, Minggu (28/6).

Protes Kebijakan Nasional dan Ruang Sipil yang Meregang
Dalam kampanye solidaritas tersebut, para mahasiswa menyoroti sejumlah rapor merah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak transparan dan mengorbankan rakyat kecil. Beberapa poin krusial yang diangkat antara lain masalah transparansi program MBG, jatuhnya korban jiwa akibat Kopdes Merah Putih (KDMP), hingga kebocoran anggaran negara pada program-program non-prioritas.

Selain isu ekonomi dan anggaran, aliansi mahasiswa juga mengkritik keras tindakan represif aparat penegak hukum yang dinilai mulai merangsek masuk ke ruang-ruang sipil dan akademik.

Baca Juga: Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG

"Di saat pemerintah memilih tutup telinga dari data dan fakta, kami memilih membuka percakapan langsung dengan rakyat," kata Athof menambahkan.

Mengubah Jalanan Menjadi Mimbar Bebas dan Instalasi Publik
Berbeda dengan format unjuk rasa konvensional yang kerap memicu ketegangan, Solidarity Campaign CFD dikemas secara interaktif melalui dua bentuk kegiatan utama:

- Mimbar Bebas: Menyediakan ruang bicara terbuka di tengah jalan bagi siapa saja, mulai dari buruh, guru, pengemudi ojek, hingga ibu rumah tangga, yang ingin menyuarakan keluh kesahnya.

- Instalasi Publik: Memajang berbagai pesan, data, dan tuntutan rakyat di ruang terbuka agar bisa dibaca langsung oleh warga yang sedang melintas.

Pihak BEM UI menyatakan bahwa aksi kreatif ini tidak bertujuan untuk mengganggu aktivitas olahraga warga Jakarta, melainkan untuk mengajak masyarakat mengisi ruang publik dengan hal yang lebih bermakna.

Konsistensi Gerakan Setelah Kamera Media Pergi
Gerakan ini didukung penuh oleh sejumlah aliansi mahasiswa, di antaranya Kepresma Usakti, BEM PNJ, BPM FH UP, BEM Esa Unggul, hingga BEM FTI UG.

Aliansi ini menegaskan bahwa tekanan kepada penguasa tidak boleh berhenti hanya karena pemberitaan media mulai mereda. Perubahan yang berdampak dinilai lahir dari konsistensi gerakan yang terus-menerus.

"Keadilan tidak datang sendiri. Ia harus terus dijemput, hari demi hari, oleh rakyat yang tidak mau menyerah pada ketidakadilan. Suara kita bukan hanya hak, tetapi suara kita adalah mandat," tegasnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin