JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program pembinaan karakter bagi peserta didik Sekolah Rakyat.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan untuk mendukung proses pembentukan kedisiplinan dan karakter siswa di berbagai daerah.
Setiap Sekolah Rakyat nantinya akan didampingi lima taruna yang bertugas memberikan pembinaan kepada siswa maupun tenaga pendidik. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kedisiplinan, termasuk kerapian berpakaian serta penataan kamar asrama.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dengan Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, serta Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).
Agus Jabo menjelaskan, aspek kerapian menjadi salah satu perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Karena itu, Kemensos dan TNI tengah menyusun skema kerja sama untuk mendukung pembinaan tersebut.
"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq di bawah Kemenhan, itu nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Agus Jabo.
Menurutnya, pembinaan karakter diperlukan untuk membantu para siswa beradaptasi dari lingkungan lama menuju lingkungan pendidikan berasrama yang baru.
Ia menyebut, keterlibatan TNI dan Polri telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari upaya membangun disiplin di Sekolah Rakyat.
"Dan sejak awal kami sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi kalau kemudian kedepan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," jelasnya.
Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI, Letjen R Sidharta Wisnu Graha, memastikan pihaknya siap mendukung program tersebut dengan menugaskan sekitar 1.000 taruna tingkat pertama dan kedua ke 178 lokasi Sekolah
Baca Juga: Kemensos Targetkan Pendiriam Empat Sekolah Rakyat di Papua, Dibangun mulai Juli 2026
"Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2," urainya. (*)