← Beranda
Ketua BEM FH UBK Terima 20 Persen dari Rp 300 Juta, Diduga untuk Gagalkan Aksi Mahasiswa
Syahrul Yunizar• Selasa, 23 Juni 2026 | 19.20 WIB
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

 

JawaPos.com - Mediasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbuntut panjang. Sebab, sejumlah peserta mengaku menerima sejumlah uang.

Hal ini terungkap setelah sejumlah mahasiswa UBK menggelar forum internal demi mendapatkan penjelasan perihal isu penerimaan dana yang beredar luas di jagat maya.

Saat diadakan forum internal, Koordinator Aksi sekaligus Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya menarik publik lantaran tampak gagap saat berbicara dengan wartawan, kali ini dirinya turut mengaku menerima sejumlah uang.

"Terkait uang itu, memang saya terima. 20 persen," kata Abdi dalam video yang beredar, dikutip dari akun Instagram @soalunsrat, Selasa (23/6).

Pada akun tersebut pula, uang yang dijanjikan berada di angka Rp 300 juta. Hanya saja, Abdi mengaku baru menerima 20 persen.

Baca Juga: Kemnaker Susun Outlook Ketenagakerjaan 2026, Peluang Kerja Sektor Green Jobs Capai 3,88 Juta Orang

Dalam pengakuan Abdi, uang tersebut juga digunakan untuk mengondisikan teman-temannya agar tak ikut aksi di Istana Negara. Dirinya juga mengklaim bahwa terdapat sejumlah nama lain dari organisasi mahasiswa di lingkungan UBK yang ikut menerima dana tersebut.

Setelah pengakuan itu, sejumlah mahasiswa UBK lainnya meminta sejumlah tuntutan kepada pengurus organisasi. Diantaranya meminta klarifikasi terbuka, pengunduran diri dari jabatan organisasi, hingga permintaan maaf pada civitas akademika kampus.

Abdi beserta pengurus lainnya sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas penerimaan uang tersebut sekaligus mengakui kesalahannya.

Sebelumnya diberitakan, Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima 15 perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Mahasiswa yang mengikuti audiensi tersebut berasal dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin. Pertemuan berlangsung di Istana Wapres yang lokasinya tidak jauh dari titik aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Penjualan Mobil Murah Anjlok di Indonesia, Calon Pembeli Khawatir Kondisi Ekonomi

Sekitar pukul 17.25 WIB, salah satu peserta aksi mengungkapkan bahwa rombongan mahasiswa mendapat undangan langsung untuk bertemu dengan Wapres Gibran. Setelah menerima informasi tersebut, mereka segera bergerak menuju Istana Wakil Presiden.

"Perjuangan kita membuahkan hasil, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kami, untuk bagaimana memberikan aspirasi-aspirasi kami. Kami menyampaikan kepada Wakil Presiden untuk membawa tuntutan kami ke Istana," kata orator dari atas mobil komando.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan