JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) mendadak menjadi bahan perbincangan netizen di jagat maya. Sebab, mereka diduga menerima sejumlah uang setelah dilakukannya mediasi dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu.
Bahkan, pengurus BEM FH UBK sempat diminta pertanggungjawaban oleh pihak kampus dan mahasiswa UBK agar membalikan nama baik UBK. Interograsi dari mahasiswa UBK sendiri sempat ditayangkan live di TikTok.
“Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” tukas Ketua BEM FH UBK Abdi Maludin. “Langkah apa yang akan kamu pertanggungjawabkan untuk balikin nama UBK?,” ungkap penanya yang diduga berasal dari UBK.
Dalam pengakuan masing-masing pengurus, disebutkan bahwa mereka mendapatkan uang dengan kisaran Rp 1,5-2 juta per orang.
Adapun Abdi sendiri tak sendirian saat bertemu Gibran, dia bersama sejumlah mahasiswa lainnya yang berjumlah 15 orang.
Meski begitu, tentunya informasi ini masih simpang siur dan belum bisa dipastikan. Pasalnya, pengakuan BEM FH UBK berada di bawah tekanan. Terlebih, beredar informasi bahwa kucuran dana mengalir pada mahasiswa yang berbeda-beda.
Sementara itu, media sosial X juga ramai memperbincangkan pengakuan BEM FH UBK ini. Salah satunya diunggah oleh akun X, @txtdarigen***.
Akun tersebut menyebutkan bahwa mahasiswa tersebut mendapatkan suap sebesar Rp 300 juta setelah bertemu dengan Wapres Gibran.
“Masih ingat mahasiswa yg di ajak gibran masuk ke istana? Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta. Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting. Malam ini (Selasa, 23 Juni) mereka lagi di introgasi oleh mahasiswa UBK,” ungkapnya.
Bahkan, ada pula netizen yang mengungkapkan bahwa perwakilan BEM FH UBK yang menemui Wapres Gibran dibayar oleh polisi.
“Ternyata perwakilan BEM UBK kemarin, yang nemuin Gibran dibayar polisi guis, sekali lagi dibayar polisi dan beberapa mahasiswa menuntut dia untuk di ‘DO’. Idealisme terlalu murah,” ungkap @Helloween**.
Sebelumnya diberitakan, Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima 15 perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Mahasiswa yang mengikuti audiensi tersebut berasal dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin.
Pertemuan berlangsung di Istana Wapres yang lokasinya tidak jauh dari titik aksi unjuk rasa.
Sekitar pukul 17.25 WIB, salah satu peserta aksi mengungkapkan bahwa rombongan mahasiswa mendapat undangan langsung untuk bertemu dengan Wapres Gibran.
Setelah menerima informasi tersebut, mereka segera bergerak menuju Istana Wakil Presiden.
"Perjuangan kita membuahkan hasil, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kami, untuk bagaimana memberikan aspirasi-aspirasi kami. Kami menyampaikan kepada Wakil Presiden untuk membawa tuntutan kami ke Istana," kata orator dari atas mobil komando.