← Beranda
Gadjah Mada dan Panglima Soedirman Jadi Opsi Nama Kapal Induk Pertama TNI AL
Syahrul YunizarKamis, 18 Juni 2026 | 20.22 WIB
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan keterangan kepada awak media di Seskoal, Jaksel, pada Kamis (18/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto akan memberikan nama untuk kapal induk pertama TNI AL. Sejauh ini, ada 2 opsi yang sudah muncul. Yakni Gadjah Mada dan Panglima Soedirman.

Kedua nama tersebut masuk dalam usulan yang akan dipertimbangkan oleh presiden.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan hal itu saat ditanyai oleh awak media di Jakarta pada Kamis (18/6).

Menurut Ali, 2 nama tersebut telah masuk untuk diserahkan kepada Presiden Prabowo. Namun, keputusan final belum disampaikan.

”Namanya belum ditentukan, nanti kami nunggu mungkin dari bapak presiden atau dari menhan akan memberikan usulan namanya. Memang salah satunya itu, salah satu usulannya ada Gadjah Mada, ada Panglima Soedirman,” ucap Ali di Seskoal, Jakarta Selatan (Jaksel).

Selain kedua nama tersebut, orang nomor satu di TNI AL itu mengungkapkan bahwa pihaknya fokus pada persiapan awak kapal induk yang didatangkan dari Italia tersebut.

Sementara terkait dengan perbaikan kapal yang kini masih bernama Giuseppe Garibaldi itu menjadi urusan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

”Itu Kementerian Pertahanan yang lebih paham masalah anggaran maupun biayanya. Yang penting kami siap mengawaki,” tegasnya.

Sebelumnya, Kemhan mengkonfirmasi progres pengiriman Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia. Saat ini, persiapan sedang berlangsung. Kapal induk pertama untuk Indonesia itu bakal tiba tahun ini.

”Kapal (Induk) Garibaldi masih proses, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Meski sudah pasti dikirim ke Indonesia tahun ini, Brigjen Rico menyatakan bahwa pengiriman kapal induk tersebut akan bergantung pada kondisi dan situasi di Selat Hormuz.

Mengingat saat ini situasi masih panas dan konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) belum mereda.

”Dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya,” terang Rico.

Khusus persiapan pengawak kapal induk tersebut, Kemhan menyerahkan sepenuhnya kepada TNI AL. Rico yakin, Angkatan Laut sudah menyiapkan awak kapal terbaik untuk menjadi pengawak kapal induk tersebut.

”Penyiapan personel itu semua ada di TNI AL, karena sudah disiapkan untuk pelatihan dan sebagainya, nanti itu yang akan mengawaki,” ujarnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra