← Beranda
Budiman Sudjatmiko Cerita saat Digeruduk Mahasiswa UGM
Muhammad Ridwan• Selasa, 16 Juni 2026 | 16.45 WIB
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP), Budiman Sudjatmiko, di kantor BP Taskin, Jakarta Pusat. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menceritakan detik-detik dirinya digeruduk sekelompok mahasiswa saat menjadi pembicara dalam acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6) malam.

Menurut Budiman, situasi awal diskusi berlangsung tertib hingga dirinya mulai menyampaikan materi. Saat itu, sejumlah massa dari luar gedung masuk dan menempati area tribun.

Dalam paparannya, Budiman saat itu mengeklaim bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan membungkam kritik atau membatasi kebebasan berpendapat masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan terkait kasus yang menimpa mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang sebelumnya mengaku mobilnya dipasangi alat pelacak oleh pihak tak dikenal.

"Ketika saya selesai menyampaikan hal itu, sekelompok orang dari tribun belakang langsung merangsek naik ke atas panggung," ujar Budiman dalam keterangannya, Selasa (16/6).

Ia mengaku sempat menunggu dan membuka ruang dialog dengan mahasiswa yang naik ke panggung. Namun, jumlah massa yang terus bertambah membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Kericuhan kemudian terjadi setelah massa yang datang belakangan ikut naik ke atas panggung dan terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan yang mengawal Budiman.

Melihat kondisi yang semakin memanas, petugas keamanan akhirnya memutuskan mengevakuasi Budiman melalui pintu samping gedung demi menjaga keselamatannya.

Padahal, politisi yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis mahasiswa itu mengaku masih ingin tetap berada di lokasi dan berdiskusi dengan para mahasiswa.

"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif. Petugas keamanan mengkhawatirkan situasi akan semakin memburuk apabila kami tetap berada di dalam gedung," kata Budiman.

Acara diskusi tersebut merupakan agenda "Kopdar Bareng Mas Dar" yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.

Sebelum kericuhan terjadi, Sudaryono sempat memaparkan rencana pemerintah menyiapkan skema ekspor melalui satu pintu untuk mencegah kebocoran nilai ekspor yang disebut mencapai Rp 15.000 triliun akibat perbedaan laporan perdagangan di dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Nusron Wahid menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo masih memiliki berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Baca Juga: Wapres Gibran Terima Perwakilan Massa Aksi, Senang Mahasiswa Bersikap Kritis

Dalam insiden tersebut, mahasiswa juga sempat menahan Nusron Wahid dan Sudaryono untuk meminta penjelasan mengenai kondisi Indonesia saat ini. Keduanya kemudian dievakuasi oleh petugas keamanan UGM setelah situasi dinilai semakin tidak kondusif. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan