← Beranda
Mabes TNI Jelaskan Keterlibatan Prajurit dalam Pengawalan Dem di Jakarta: Atas Permintaan Bantuan dari Polda
Syahrul Yunizar• Sabtu, 13 Juni 2026 | 21.01 WIB
Massa aksi berusaha menerobos barikade aparat TNI-Polri di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat, dalam aksi demo pada Jumat (12/6). Sampai sore ini para pendemo masih tertahan di lokasi tersebut. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com).

 

 

JawaPos.com - Keterlibatan TNI dalam pengawalan aksi demo mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6) memantik sorotan dari Koalisi Masyarakat Sipil.

Mereka mempertanyakan penggunaan kekuatan militer dalam agenda penyampaian aspirasi publik. Atas sorotan tersebut, Mabes TNI buka suara untuk menyampaikan penjelasan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyampaikan bahwa para prajurit TNI terlibat dalam pengamanan aksi demo atas permintaan dari pihak kepolisian.

Dalam demo di Jakarta kemarin, Polda Metro Jaya meminta perbantuan dari Kodam Jaya/Jayakarta. Sehingga para prajurit TNI ikut turun mengawal jalannya aksi.

”Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian, adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu, artinya tetap polisi di depan,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (12/6).

Sejak sebelum aksi demo berlangsung kemarin, Nas telah menyatakan bahwa para prajurit TNI dalam keadaan siap untuk digerakkan bila memang diperlukan. Kesiapan mereka 7x24 jam.

Artinya, kapan pun negara memerlukan TNI, mereka sudah dalam posisi siap bergerak. Ada atau tidak ada demo, Nas menegaskan bahwa TNI selalu siap.

”Ada demo nggak ada demo TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam 8 hari. Jadi, kalau memang mau dikerahkan sekarang kami siap,” kata dia pada Selasa (9/6).

Benar saja, dalam aksi demo kemarin, TNI ikut ambil bagian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa jumlah total personel yang dikerahkan sebanyak 6.088 orang.

Terdiri atas 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob Polri, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel dari Polda Metro Jaya, dan 586 personel dari jajaran polres.

”Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ucap Budi kepada awak media.

Baca Juga: Apel Siaga Komcad ASN Tak Berkaitan dengan Demo Mahasiswa, Kemhan: Faktanya di Lapangan Tak Ada Personel Komcad

Aksi demo yang semula direncanakan berlangsung di Bundaran HI batal terlaksana. Massa aksi berjumlah lebih kurang 1.000 orang tertahan di Dukuh Atas.

Mereka tidak bisa menembus barikade TNI-Polri yang mengarahkan agar demonstrasi dilakukan di tempat lain. Yakni Gedung DRP/MPR atau sekitar Patung Kuda di Kawasan Monas. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan