← Beranda
GMKI Tuntut Pemerintah Pulihkan Ekonomi dan Jaga Stabilitas Nasional di Tengah Krisis Global
Syahrul YunizarSabtu, 13 Juni 2026 | 05.52 WIB
Massa aksi demo di Jakarta pada Jumat (12/6) diadang oleh aparat keamanan dari TNI-Polri. Mereka tidak diperbolehkan berdemo di Bundaran HI. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski aksi demo kelompok mahasiswa di Jakarta hari ini (12/6) sudah berakhir, tuntutan terhadap pemerintah untuk segera memulihkan kondisi ekonomi dan menjaga stabilitas nasional terus bergaung. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret, cepat, dan terukur.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Prima Surbakti menekankan hal itu karena melihat ketidakpastian global yang masih terus terjadi.

Menurut dia, di tengah situasi tersebut, percepatan pemulihan ekonomi dan stabilitas nasional yang terjaga menjadi sangat penting. Meski ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tercatat masih tumbuh 5,61 persen secara, kondisi ekonomi masyarakat tidak baik-baik saja.

Prima menyebut, tekanan global, pelemahan nilai tukar, kenaikan harga pangan dan ketidakpastian pasar dunia berpotensi berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat di Indonesia.

Untuk itu, GMKI meminta pemerintah tidak hanya menjaga angka pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memastikan rakyat benar-benar merasakan pemulihan ekonomi.

”Stabilitas harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan kerja, perlindungan UMKM, dan penguatan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata dia kepada awak media.

Menurut GMKI, saat ini pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Tujuannya tidak lain untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memastikan kebijakan fiskal dan moneter berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Tidak hanya itu, GMKI juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa bahu-membahu menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan nasional.

Menurut Prima, krisis global tidak boleh menjadi pintu masuk bagi perpecahan, konflik sosial, dan politisasi keadaan yang dapat merugikan kepentingan bangsa.

”GMKI menyerukan kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elite politik untuk menjaga suasana kebangsaan tetap damai, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prima mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara tidak hidup dalam ruang kosong.

Perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi dapat berdampak terhadap negara berkembang, termasuk diantaranya Indonesia.

Karena itu, pihaknya juga menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Yakni:

  1. Segera memperkuat pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat kecil;
  2. Menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan distribusi pangan berjalan merata di seluruh daerah;
  3. Memperluas lapangan kerja dan perlindungan bagi UMKM, khususnya bagi kelompok muda, buruh, petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah;
  4. Menjaga stabilitas nilai tukar dan iklim investasi tanpa mengorbankan kepentingan rakyat;
  5. Memperkuat persatuan nasional dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa di tengah krisis global.

”Pemerintah harus hadir secara nyata. Jangan biarkan masyarakat menanggung sendiri beban krisis global. Negara harus memastikan ekonomi pulih, rakyat terlindungi, dan bangsa tetap utuh,” pungkasnya.

Aksi demo yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Jakarta hari ini berlangsung sejak siang sampai malam hari.

Meski urung berdemonstrasi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) karena dihalau oleh aparat keamanan dari TNI-Polri, kelompok mahasiswa yang turun ke jalan untuk menuntut perbaikan dari pemerintah tetap menyuarakan aspirasinya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra