JawaPos.com - Massa Aksi Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut dari BEM UI menggunakan bus unik saat menuju lokasi aksi ke Bundaran HI, Jakarta Pusat. Bus-bus yang mereka gunakan adalah bus mini tua tanpa AC yang bagian luarnya sudah dicat dengan nuansa demonstrasi yang kuat.
Misalnya salah satu bus mini yang di bagian belakangnya menggunakan gambar musisi Iwan Fals semasa muda yang tangannya menunjuk ke atas sebagai ikon perlawanan terhadap pemerintahan fasis. Tulisan "BONGKAR" dengan font yang menggebu pun turut di atasnya.
Di bagian samping bus mini itu pun ditempeli spanduk berlukiskan muka mirip Presiden RI Prabowo Subianto. Muka yang sama berjejer hingga delapan gambar.
Di bus lain yang bernuansa putih, bagian belakangnya ditulis angka 1312 yang berarti ACAB yang berarti All Cops All Bastards.
Baca Juga: Alasan Polda Metro Jaya Halau Massa Aksi Demo di Bundaran HI
Bus lain pun ditempeli spanduk yang menyoroti pengesahan Undang-undang Polri yang baru dilakukan DPR dan pemerintahan belakangan.
"UU Polri Gesit, Polisi Suka Duit," tulis di spanduk tersebut.
Saat ini, bus-bus yang mengangkut massa dari BEM UI itu masih terparkir di depan Gedung DPR-MPR RI setelah massa melakukan long march ke arah Bundaran HI.
Sebelumnya, Aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut yang dimotori oleh BEM Universitas Indonesia (UI) diwarnai pengadangan ketat oleh aparat kepolisian. Dari sekitar 1.000 massa aksi yang bergerak, hanya 5 mahasiswa yang berhasil menembus barikade polisi di sejumlah titik, Jumat (12/5).
Sisanya, ribuan mahasiswa tertahan dan dicegat polisi agar tidak bisa menjangkau titik aksi utama yang direncanakan di Bundaran HI.
Pantauan JawaPos.com di lokasi terlihat aparat kepolisian maupun TNI membuat barikade di sekitar Dukuh Atas.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athof), menyatakan kekecewaannya atas tindakan represif dan blokade yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Menurutnya, mahasiswa sudah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi di Bundaran HI, namun polisi memaksa mereka berdemo di lokasi lain.
Baca Juga: Momen Pengendara Protes Bunyikan Klakson di Jalan Sudirman: Sebel Sama Prabowo Gibran
Aksi pengadangan bahkan sudah terjadi sejak siang hari sebelum massa mencapai Semanggi, tepatnya di kawasan Dukuh Atas saat mahasiswa hendak menunaikan ibadah sholat Jumat.
"Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6).
"Pada pukul 12.00 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas, ditahan oleh polisi. Saat itu, kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat. Di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945 Konstitusi dan juga Pancasila," lanjutnya.