← Beranda
Buruh Tak Ikut Demo Bersama Mahasiswa di Bundaran HI, Said Iqbal: BBM Subsidi Nggak Naik!
Muhammad RidwanJumat, 12 Juni 2026 | 20.27 WIB
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa kalangan buruh belum memiliki agenda aksi unjuk rasa pada hari ini.

Pernyataan itu disampaikan merespons rencana demonstrasi yang digelar elemen mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6).

"Dari kelompok buruh belum ada rencana aksi," kata Said Iqbal kepada wartawan.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan tersebut menjelaskan, belum adanya aksi dari kelompok buruh berkaitan dengan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tidak mengalami kenaikan. Menurutnya, mayoritas pekerja masih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari.

"Karena BBM bersubsidi Pertalite tidak ada kenaikan harga. Hampir semua sepeda motor buruh menggunakan Pertalite," ujarnya.

Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa saat ini perhatian utama kalangan buruh lebih difokuskan pada perjuangan revisi regulasi ketenagakerjaan, khususnya terkait pekerja outsourcing.

Ia menambahkan, isu tersebut dinilai lebih mendesak bagi pekerja karena berkaitan langsung dengan kepastian kerja dan perlindungan hak-hak buruh di berbagai sektor industri.

"Buruh sedang fokus memperjuangkan revisi Permenaker Nomor 7/2026 tentang Pekerja Outsourcing," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama organisasi kemahasiswaan, dan sejumlah simpul gerakan akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Jumat (12/6). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menilai kondisi ekonomi nasional saat ini tidak benar-benar dirasakan rakyat secara nyata. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah hanya terlihat dalam data, sementara kondisi masyarakat masih mengalami tekanan.

"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," ucap Yatalathof, Kamis (11/6).

Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa Hari Ini, 3.099 Personel Jaga Ketat Bundaran HI hingga Monas

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan itu meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

EDITOR: Kuswandi