Dalam unggahan yang menunjukkan dokumen berkop BGN tersebut, Arnold menjelaskan bahwa dirinya bersama tim telah melakukan kajian terhadap aspek petunjuk teknis (juknis) BGN dan memberikan sejumlah rekomendasi.
“Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan team sudah review dan pelajari,” tulis Arnold dalam unggahannya, dikutip Kamis (11/6).
Baca Juga: Pengosongan Rumah Dinas di Lenteng Agung Ricuh di Medsos, TNI AD Buka Suara
Menurut dia, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, terutama dari sisi operasional di lapangan.
Arnold menilai tantangan yang dihadapi program tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga menyangkut ketersediaan bahan baku dan sumber daya manusia, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Program MBG ini sangat complex terutama untuk 3T dari logistic, kesediaan bahan, SDM dll,” lanjutnya.
Meski terlibat dalam proses pemberian masukan, Arnold mengaku masih banyak pihak lain yang dinilai memiliki kapasitas lebih besar dalam merumuskan strategi pelaksanaan program tersebut.
“Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable dan paham lebih dari saya,” ujarnya.
Arnold menambahkan, seluruh masukan yang berkaitan dengan aspek operasional telah disampaikan kepada pihak BGN. Arnold berharap rekomendasi tersebut dapat membantu BGN menyusun kebijakan yang lebih strategis dalam menjalankan Program MBG.
“Semua masukan tentang operasional sudah kami sampaikan dan semoga bisa lebih strategis,” tutupnya.