← Beranda
Pemerintah Respons Ultimatum BEM SI Benahi Perekonomian 18 Hari: Tak Semua Bisa Dicapai dengan Tenggat Waktu!
Muhammad RidwanSelasa, 9 Juni 2026 | 17.11 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons ultimatum yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada pemerintah terkait kondisi perekonomian nasional.

Pemerintah, kata Praetyo, menerima tuntutan tersebut sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang perlu diperhatikan.

"Ya tentunya kami menerima aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," kata Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Prasetyo menegaskan, pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk menangani berbagai persoalan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir publik juga dapat melihat adanya upaya serius dari pemerintah melalui koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang saling mendukung.

Ia menyebut persoalan ekonomi bukan hal yang sederhana karena dipengaruhi banyak faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Meski demikian, pemerintah optimistis langkah-langkah yang ditempuh dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

"Tapi sekali lagi, kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini," ucapnya.

Terkait ultimatum 18 hari yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah, Prasetyo menilai tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam batas waktu tertentu. Ia meminta publik memahami bahwa penanganan ekonomi membutuhkan proses dan tahapan yang tidak singkat.

"Ya, kan mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo.

Meski demikian, ia memahami semangat yang dibawa para mahasiswa dalam aksi tersebut. Pemerintah, lanjutnya, memandang dorongan dari mahasiswa sebagai pengingat agar seluruh pihak terus bekerja keras, khususnya dalam memperkuat sektor ekonomi.

"Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah semangatnya itu. Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," jelasnya.

Diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI sebelumnya menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat” di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, pada Jumat (5/6).

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Perekonomian Global, Menteri Rosan Sebut Minat Investor Asing Masuk Indonesia Masih Besar

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi sekaligus mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan