← Beranda
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Ryandi ZahdomoKamis, 4 Juni 2026 | 15.19 WIB
Surat bernada satir yang ditulis eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya untuk Kepala BGN Baru Nanik S Deyang. (Instagram @sonysonjayabd)

JawaPos.com - Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru yang mengejutkan publik. Hanya berselang beberapa jam setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, kedapatan mengunggah sebuah surat tulisan tangan misterius di instagram pribadinya.

Surat tersebut ditujukan langsung kepada Nanik S Deyang, sosok yang baru saja ditunjuk Presiden Prabowo untuk menduduki jabatan sebagai Kepala BGN yang baru. Unggahan ini langsung viral dan memicu berbagai spekulasi di tengah pengusutan mega korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Pesan 'Sindiran' dari Balik Status Tersangka

Baca Juga: ICW: Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Tak Akan Menyelesaikan Masalah MBG

Surat tulisan tangan itu diunggah oleh akun Instagram @sonysonjayabd pada Rabu (3/6) sekira pukul 22.30 WIB. Waktu pengunggahan ini menjadi sorotan karena dilakukan tepat setelah Sony resmi menyandang status tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis.

Dalam lembaran kertas yang dilengkapi tanda tangan aslinya, Sony menuliskan kalimat yang bernada multitafsir.

"Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang, selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya," tulis surat itu yang dilengkapi dengan tanda tangan.

Tidak hanya mengunggah foto surat, Sony juga menyertakan sebuah caption panjang yang mendoakan Nanik dalam mengemban amanah baru di BGN.

Baca Juga: Kabar Baik Persipura Jayapura! Sanksi Dikurangi Komite Banding PSSI, Daftarkan Stadion di Papua dan Jawa

"Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia," tulis deskripsi unggahan itu.

Sontak saja, unggahan emosional ini langsung diserbu oleh warganet. Hingga pukul 08.00 WIB pada Kamis (4/6), unggahan dari akun instagram itu pun dibanjiri lebih dari 5.000 like dan 656 komentar.

Banyak netizen yang mempertanyakan apakah ucapan selamat itu merupakan bagian dati satir.

"Ini beneran ucapan atau satir ya kira2
wkwk," tulis @iffatxxxx.

"Ini terlalu satir, terlampau getir untuk di terima," kata @nopiisman_.

Perombakan Kilat di Pucuk Pimpinan BGN

Baca Juga: Jay Idzes Tak Bisa Main di FIFA Matchday! John Herdman Dukung Keputusan Kapten Timnas Indonesia

Langkah hukum tegas Kejaksaan Agung membuat posisi komando di lembaga pangan tersebut kosong seketika. Sebelum surat itu viral, Sony Sonjaya bersama dua mantan pimpinan puncak BGN lainnya, yakni Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Guna menjaga kelangsungan program strategis nasional ini, pemerintah bergerak cepat melakukan perombakan struktur organisasi. Pemerintah lantas menetapkan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan dua lainnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Tiga Mantan Petinggi BGN Resmi Ditahan Kejagung

Baca Juga: Anti Gagal! Ini 10 Tips Membakar Sate Madura agar Matang Sempurna dan Tidak Gosong

Sebelumya diberitakan, Mantan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Letjen Lodewijk Pusung, dan Irjen (Purn) Sony Sandjaya resmi ditangkap oleh Kejaksaan Agung RI, Rabu (3/6).

Ketiganya diduga kuat menyalahgunakan kewenangan jabatan demi meraup keuntungan pribadi yang fantastis dari proyek pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menuturkan bahwa aksi culas para tersangka ini bahkan sudah digandeng sejak awal program diluncurkan.

 

Modus Yayasan 'Siluman' Pengelola Dapur Sekolah

Penyidikan mendalam mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai cara kerja komplotan mantan pejabat ini. Selama menjabat sebagai Kepala dan Wakil Kepala BGN, Dadan, Lodewijk, dan Sony diduga terafiliasi dengan yayasan khusus.

Yayasan 'siluman' ini sengaja dibentuk dan disusupkan untuk mengambil alih pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang seharusnya dikelola secara mandiri dan transparan oleh pihak sekolah.

"Seharusnya program MBG dikelola yayasan pada setiap sekolah, tapi yayasan yang seharusnya dikelola setiap sekolah ternyata yayasan tersebut digunakan untuk sarana kejahatan," jelas Syarief dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Rabu (3/6).

Baca Juga: Jean-Paul van Gastel Pilih Pulang, Pelatih PSIM Yogyakarta Utamakan Keluarga di Belanda

Lolos Verifikasi Kilat dan Guyuran Dana Miliaran per Hari
Dengan kekuasaan yang mereka miliki, ketiga pejabat BGN ini dengan mudah mengakali proses penerbitan sertifikasi operasional dapur SPPG. Dapur-dapur yang berada di bawah jaringan yayasan bentukan mereka otomatis diloloskan dalam proses verifikasi, meskipun secara nyata melanggar aturan baku dan tidak memenuhi standar kelayakan.

"Di mana yayasan-yayasan tersebut terafiliasi dengan pejabat atau BGN yang tidak memenuhi syarat untuk mitra SPPG namun tetap ditunjuk dengan peraturan porta BGN dengan adanya atensi dari tersangka," lanjut Syarief.

Berkat kongkalikong ini, yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka mendapat kucuran dana segar bernilai miliaran rupiah setiap harinya. Skandal ini terasa sangat ironis mengingat anggaran program nasional ini melonjak drastis. Diketahui, pada 2025 negara menganggarkan Rp 85,27 triliun untuk pelaksanaan program MBG. Angka itu kemudian naik signifikan pada 2026 dengan total anggaran Rp 268 triliun.

"Dan yayasan tersebut dapat insentif miliaran rupiah setiap hari dan terafiliasi dengan DH SS dan LP," jelasnya.

Baca Juga: Persija Jakarta dan Persib Bandung Gigit Jari! Mariano Peralta Resmi Pilih Istirahat dari Borneo FC

Borok Pengadaan Barang: Dana Bocor untuk TV dan Motor Listrik
Keserakahan para tersangka kian terendus lebih dalam ketika penyidik Jampidsus menemukan adanya indikasi penggelembungan dana (mark-up) serta proyek pengadaan barang fiktif. Berbagai barang mewah yang dianggarkan dinilai menyimpang jauh dan tidak ada hubungannya dengan esensi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Beberapa pengadaan fiktif dan tidak tepat sasaran tersebut di antaranya meliputi pengadaan motor listrik, pengadaan sepatu, pengadaan 31 ribu unit tablet dan pengadaan televisi.

Meski pihak Kejaksaan Agung belum merilis angka pasti total kerugian negara dari seluruh sektor, rekayasa verifikasi dapur SPPG ini ditaksir telah merugikan negara hingga miliaran rupiah.

EDITOR: Bintang Pradewo