← Beranda
Prabowo Jelaskan Alasan Copot Kepala BGN dan Wakilnya: Dapat Laporan Indikasi Penyelewengan
Muhammad RidwanKamis, 4 Juni 2026 | 05.38 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara ‘Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ di Sentul International Convention Center (SICC), Rabu (3/6).

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkap alasan di balik pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya dari posisi Wakil Kepala BGN.

Prabowo menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima laporan terkait sejumlah kekurangan, kejanggalan, hingga dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan program di lingkungan BGN.

"Jadi memang sudah beberapa saat saya menerima laporan, ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan, dari pimpinan," kata Prabowo dalam acara ‘Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ di Sentul International Convention Center (SICC), Rabu (3/6).

Menurutnya, kualitas kepemimpinan sangat menentukan baik buruknya jalannya sebuah organisasi.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegasnya.

Prabowo mengakui, keputusan mengganti sejumlah pejabat yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk menjalankan program tersebut bukan perkara mudah. Namun, ia mengingat pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu menekankan agar dirinya berpihak kepada rakyat saat menghadapi kebimbangan dalam mengambil keputusan.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengenang pesan sang ayah.

Baca Juga: A Day in Dadan Hindayana's Life: Kemarin Turun Jabatan, Hari ini Naik Mobil Tahanan

Kepala Negara juga menegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat. Bahkan, Prabowo menyatakan siap memperkuat lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum demi memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tutur Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memperketat pengawasan di lapangan, serta menghindari praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa program tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi Indonesia.

“Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati