← Beranda
BEM PNJ Minta Kasus Asusila Sesama Jenis di Kampus Tak Fokus pada Identitas Pribadi
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 3 Juni 2026 | 18.16 WIB
Ilustrasi LGBT

 

JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) angkat bicara terkait kasus dugaan tindakan asusila sesama jenis yang terjadi di lingkungan kampus. BEM menegaskan penanganan kasus seharusnya berfokus pada tindakan yang dilakukan, bukan pada identitas pribadi pihak yang terlibat.

Dalam pernyataan resminya, BEM PNJ menyebut setiap bentuk pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, maupun ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus disikapi secara serius melalui mekanisme yang berlaku.

Namun, BEM PNJ menilai fokus utama dalam menyikapi suatu persoalan adalah perilaku atau tindakan yang terjadi, bukan asumsi maupun opini yang berkembang mengenai individu tertentu.

Baca Juga: Polda Jatim Ungkap 320 Kasus Curanmor Selama Mei 2026, Ratusan Motor Disita

“Fokus utama dalam menyikapi suatu permasalahan adalah pada tindakan dan perilaku yang dilakukan, bukan pada asumsi, opini, maupun identitas pribadi seseorang,” tulis BEM PNJ dalam keterangannya di Instagram, dikutip Rabu (3/6).

Soroti Pelanggaran di Ruang Publik

BEM PNJ menegaskan apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila di ruang publik, pelecehan, perundungan, maupun bentuk pelanggaran lain, maka hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap kasus dua pria yang dipergoki berpelukan dan berciuman di area perpustakaan PNJ hingga videonya viral di media sosial.

Kasus tersebut sebelumnya memicu perhatian civitas akademika dan publik. Pihak kampus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat serta menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa PNJ yang terlibat dalam insiden tersebut.

Minta Transparansi Penanganan Kasus

Selain menyoroti substansi pelanggaran, BEM PNJ mengajak mahasiswa turut mengawal proses penanganan kasus yang sedang berjalan.

Mereka juga meminta pihak institusi bersikap transparan agar penegakan aturan di lingkungan kampus dapat berjalan secara tegas dan adil.

“BEM PNJ mengajak seluruh mahasiswa untuk mengawal proses penanganan kasus ini serta menuntut transparansi dari pihak institusi demi terciptanya preseden penegakan aturan yang tegas dan adil,” demikian isi pernyataan tersebut.

Kronologi Kejadian

Dalam video klarifikasi yang beredar, pelaku berinisial AZ itu menjelaskan bahwa pertemuan bermula ketika ia memberikan rekomendasi tempat makan kepada pria tersebut.

Baca Juga: Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani

“Dia hanya ingin mencari makan, saya kasih rekomendasi makan. Kemudian tiba-tiba dia ada di sini, tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya dalam video yang beredar, dikutip Rabu (3/6).

Ia mengaku, pria itu kemudian mengirim foto bahwa dirinya sudah berada di kampus. Setelah itu, mereka memutuskan bertemu.

“Dia ada rencana ingin explore kampus karena dia tidak berkuliah,” katanya yang langsung disambut sorakan mahasiswa lain.

Keduanya kemudian menuju area perpustakaan kampus. Dalam klarifikasi tersebut, pelaku mengakui dirinya yang lebih dahulu mengajak pria tersebut.

“Dia di perpustakaan, karena saya dengan bodohnya, saya menarik dia terlebih dahulu,” ucapnya.

Tak lama kemudian, ia mengakui tindakan yang terjadi di lokasi tersebut.

“Dan terjadilah itu,” katanya di tengah sorakan massa.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan