JawaPos.com - Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Pandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIT itu menimbulkan korban jiwa dan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Ledakan itu turut menghancurkan rumah-rumah warga. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, ledakan tersebut diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang masih tersisa di wilayah Biak.
Dugaan itu disampaikan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto. Ia menyebut, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian.
“Untuk sementara, hasil identifikasi mengarah pada bom peninggalan Perang Dunia II. Saat ini aparat gabungan masih melaksanakan evakuasi dan pengamanan lokasi,” kata Tri Purwanto, Minggu (31/5).
Sesaat setelah ledakan terjadi, personel TNI, Polri, serta tim terkait langsung diterjunkan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya bahan peledak lain yang tersisa di sekitar lokasi.
Lima orang tewas dan tiga lainnya dilaporkan hilang
Berdasarkan data sementara, sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain itu, tiga orang lainnya dilaporkan masih dalam pencarian. Proses identifikasi korban dan evakuasi terus dilakukan oleh petugas gabungan yang berada di lapangan.
Kodam XVII/Cenderawasih juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. Fokus utama saat ini diarahkan pada pencarian korban yang belum ditemukan, proses evakuasi, serta memastikan area ledakan berada dalam kondisi aman.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang belum ditemukan, serta memastikan lokasi benar-benar aman,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi kejadian
Untuk menjamin keselamatan masyarakat, tim penjinak bom bersama personel gabungan melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar titik ledakan.
Sterilisasi kawasan juga telah dilakukan guna mencegah risiko ledakan susulan maupun ancaman lain yang berpotensi membahayakan warga.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak mendekati lokasi kejadian hingga seluruh proses pengamanan dan sterilisasi dinyatakan selesai.
“Kami meminta masyarakat tidak beraktivitas di sekitar lokasi dan tidak mendekati tempat kejadian perkara. Area tersebut belum sepenuhnya aman dan masih dalam proses sterilisasi,” pungkasnya.