← Beranda
Agroforestri Jadi Kunci Jaga Hutan Serta Dongkrak Ekonomi Warga Sekitar
Nanda PrayogaJumat, 29 Mei 2026 | 15.59 WIB
Ilustrasi Perhutanan Sosial. (Pinterest)

JawaPos.com - Pemanfaatan kawasan hutan berbasis masyarakat harus diperkuat. Dengan agroforestri atau sistem pengelolaan lahan yang memadukan tanaman pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan tanaman kehutanan (pepohonan) secara terencana di area yang sama. 

Pengelolaan Perhutanan Sosial yang berkelanjutan sangat penting untuk itu. Selain meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, tujuan lain adalah menjaga keseimbangan ekologi. Kelestarian lingkungan juga jadi fokus utama pengelolaan hutan tersebut.

Pendekatan agroforestri menjadi strategi efektif mendukung tujuan ini. Pola tanam mengombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian agar manfaat ekonomi tetap tercapai.

Masyarakat dapat memperoleh keuntungan tanpa mengabaikan fungsi utama kawasan hutan. Cara ini membuat lingkungan tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi.

Pengelolaan Perhutanan Sosial didorong tidak hanya untuk ekonomi masyarakat. Keberlanjutan fungsi hutan juga wajib tetap dijaga demi masa depan.

Pendekatan agroforestri merupakan langkah penting. Ini memastikan kawasan hutan tetap produktif dan lestari untuk jangka panjang.

Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Wahyudi Ardhyanto, menyatakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat harus sejalan dengan pemulihan ekosistem hutan. Kombinasi tanaman kayu dan tanaman semusim jadi solusi tepat.

Menurut Wahyudi, "Kami berharap pengelolaan Perhutanan Sosial tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga dan mengembalikan fungsi hutan. Pendekatan agroforestri melalui kombinasi tanaman kayu-kayuan dan tanaman semusim seperti jagung menjadi langkah penting agar kawasan hutan tetap produktif sekaligus lestari," ujar Wahyudi Ardhyanto di Jakarta, Jumat (29/5).

PT Mekar Asta Nusantara (MANU) bersama Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta terus mendorong agroforestri pangan di Indonesia. Kerja sama diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang fokus pada pengelolaan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan kapasitas Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di Jawa Timur menjadi prioritas utama. Program ini juga bagian dari MEKAR Ecosystem untuk dukung ketahanan pangan dan peluang ekonomi sektor pertanian.

Langkah ini mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara optimal. Pendekatan agroforestri buka potensi ekonomi baru bagi warga sekitar hutan.

Direktur Utama PT Mekar Asta Nusantara, Evi Febriana Suhardi, menyatakan keberhasilan jaga ketahanan pangan butuh keterlibatan banyak pihak. Manfaatnya harus berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Evi, keberlangsungan pangan bukan hanya untuk hari ini. Kita harus bangun ekosistem yang tumbuh bersama masyarakat dalam jangka panjang.

"Saat ini kami mengembangkan lahan agroforestri dengan tanaman semusim seperti jagung. Kami memastikan aspek keberlanjutan dan produktivitas tetap diperhatikan. Kami berharap langkah ini beri dampak nyata, mulai dari penguatan kapasitas masyarakat hingga terciptanya nilai ekonomi yang terus berkembang," ujar Evi.

MANU juga berperan dalam pendampingan masyarakat, peningkatan kapasitas kelompok, serta pengembangan komoditas bernilai ekonomi. Ini untuk warga sekitar kawasan hutan.

Program diharapkan jadi langkah konkret untuk perkuat ketahanan pangan nasional. Optimalkan kawasan hutan produktif dan agroforestri berbasis jagung serta komoditas pangan lain di Jember dan wilayah lain di Indonesia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra