← Beranda
Bandara Husein Bandung dan Adisutjipto Jogja Kembali Buka Penerbangan Sipil, Kertajati Tetap untuk MRO Pesawat Hercules
Syahrul YunizarSelasa, 26 Mei 2026 | 23.09 WIB
Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (Instagram/@infobijb)

 

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memberi lampu hijau untuk membuka kembali penerbangan sipil di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Adisutjipto Jogjakarta. Selain itu, persiapan Bandara Kertajati Majalengka untuk MRO pesawat Hercules dipastikan terus berjalan.

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (26/5), Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa sangat penting bagi Kemhan dan TNI untuk terus menjaga kesiapan operasional militer sambil terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penerbangan sipil.

”Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial, dengan tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik,” ungkap Donny.

Keterangan itu disampaikan saat dia menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian alphyanto Ruddyard di Jakarta pada Senin (25/5).

Menurut Donny, yang menjadi perhatian utama ke depan adalah pengaturan teknis berkaitan dengan penggunaan apron di kedua bandara tersebut. Yakni pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan yang berpotensi memunculkan gangguan.

”Sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu,” ucap Donny.

Kemhan memastikan komitmen penuh atas rencana mengaktifkan kembali penerbangan sipil atau komersial di kedua bandara tersebut. Tantangan teknis mengenai pengaturan kapasitas apron serta manajemen waktu penerbangan akan dikoordinasikan lebih lanjut secara lintas sektoral.

Selain kedua bandara tersebut, turut dibahas dalam pertemuan itu proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati. Konsep itu mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer.

Kemhan dan Bappenas sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan aset tersebut. Terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa menjadikan Kertajati pusat MRO Hercules masih dalam tahap perencanaan.

”Pada prinsipnya, pemerintah masih berada pada tahap perencanaan dan pematangan konsep terkait pengembangan ekosistem kedirgantaraan nasional di kawasan Kertajati, termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas MRO untuk kebutuhan komersial maupun militer secara bertahap,” kata dia saat dikonfirmasi.

Rico memastikan, belum ada pembangunan fisik atau implementasi operasional. Sebagaimana telah dibahas bersama oleh wamenhan dan wakil kepala Bappenas, arah kebijakan terkait dengan rencana tersebut lebih luas lagi. Yakni optimalisasi infrastruktur nasional dan pengembangan Sustainable Aerospace Park.

”Yang diharapkan dapat memperkuat industri kedirgantaraan nasional, meningkatkan kapasitas maintenance dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan industri pertahanan nasional,” terang Rico.

Jenderal bintang satu TNI AD itu memastikan, seluruh prosesnya akan dilakukan lewat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, Kemhan memastikan, tetap mengedepankan kepentingan nasional, kedaulatan Indonesia, kesiapan operasional TNI, serta pelibatan industri dalam negeri sesuai kapasitas dan kebutuhan yang ada.

”Karena itu, berbagai aspek teknis, model kerja sama, tahapan pembangunan, maupun pengelolaan operasionalnya masih terus dimatangkan dan belum ada keputusan final yang bersifat operasional,” bebernya.

Baca Juga: Sepakat dengan Amerika, Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat MRO Pesawat C-130 Hercules untuk Pasar Asia

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas MRO Hercules di Kertajati akan melibatkan TNI AU. Sebab, Angkatan Udara merupakan salah satu pengguna utama fasilitas tersebut.

”Untuk mendukung pemeliharaan armada Hercules di dalam negeri. Untuk perkembangan pembangunan (fasilitas di Kertajati), kami menyarankan mengacu pada keterangan resmi Kementerian Pertahanan,” imbuhnya.

EDITOR: Kuswandi