← Beranda
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging: Mungkin Empat atau Lima Tahun Lagi
Dimas ChoirulMinggu, 24 Mei 2026 | 01.16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya udang di kawasan tambak modern Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). (Bakom RI)

 

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target ini menyusul capaian swasembada sejumlah komoditas pangan yang telah berhasil diraih sejak Prabowo menjabat.

“Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,” ujar Prabowo saat menghadiri acara panen raya BUBK (Budidaya Udang Berbasis Kawasan) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).

“Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” lanjutnya.

Pemerintah kini tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis agar target swasembada daging dapat segera terwujud dalam beberapa tahun mendatang.

Dikatakan Prabowo, ketahanan pangan menjadi aspek penting bagi kedaulatan bangsa, terutama ketika dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan peperangan di sejumlah kawasan.

“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” kata dia.

Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kekuatan nasional yang kokoh, termasuk di bidang pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam, agar mampu menjaga kekayaan nasional dari berbagai kepentingan asing.

“Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk menjaga kekayaan kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.

Baca Juga: Dukung Gagasan Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045, BTN Rumuskan Strategi Inklusif Pembiayaan Hunian Murah

“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan. Ini perintah Undang-undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan