JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri telah mengembangkan penanganan kasus jual beli gas nitrous oxide (N2O) merek Whippink.
Penyidik mendeteksi konsumen yang pernah membeli produk dari PT Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS) itu ratusan kali. Karena itu, mereka memanggil 4 orang saksi. Termasuk seorang influencer media sosial (medsos) Instagram.
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, masing-masing saksi berinisial RV, AM, CD, dan APG.
Mereka dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri pada Jumat (22/5). Pemeriksaan itu sangat penting untuk memastikan ada tidaknya penyalahgunaan produk yang dikenal dengan sebutan gas tawa tersebut.
”Dari hasil penyelidikan Bareskrim Polri juga akan memeriksa beberapa konsumen lain dimana salah satu konsumen tersebut diduga telah melakukan pembelian hingga ratusan kali, sehingga perlu dimintai keterangan terkait agenda pembeliannya,” kata Brigjen Eko pada Rabu (20/5).
Data jual beli dengan jumlah transaksi mencapai ratusan kali itu diperoleh penyidik setelah memeriksa saksi-saksi dari PT SSS. Mereka adalah para pekerja yang memiliki dokumen penjualan.
Selain itu, penyidik sudah melakukan pemeriksaan digital forensik pada telepon genggam para saksi yang berstatus sebagai salesman di perusahaan tersebut.
”Subdit 3 (Dittipidnarkoba Bareskrim Polri) akan melakukan pemanggilan beberapa konsumen yang melakukan pembelian tabung Whippink,” jelasnya.
Di antara para saksi yang dipanggil oleh polisi pada Jumat lusa, inisial APG merupakan konsumen PT SSS asal Sulawesi. Sebelum kasus tersebut mencuat, pada Februari lalu sempat viral di media sosial seorang influencer atau selebgram Instagram di Makassar yang diduga menggunakan Whippink.
Dalam video yang beredar tampak 2 orang yang diduga berinisial P dan C. Mereka tampak bersama beberapa orang lain di sebuah ruangan yang belum diketahui lokasi maupun tempat kejadiannya. Meski tidak jelas, mereka tampak menghirup gas dari tabung berwarna pink.
Tabung yang ramai diperbincangkan itu diduga Whippink. Pada salah satu potongan video, seorang selebgram terlihat berdiri santai sambil memegang kemasan tersebut.
Sedangkan seorang lainnya tampak menghirup udara. Pada potret lain yang dibagikan, beberapa orang terlihat berada di dalam sebuah kamar.
Eko pun mengakui bahwa salah seorang saksi yang dipanggil merupakan selebgram yang sempat viral di Instagram lantaran terlihat berebut menghirup gas dari tabung Whippink. Saksi tersebut termasuk salah seorang konsumen yang memesan Whippink ratusan kali.
”Dimana yang bersangkutan membeli dan menggunakan Produk Gas N2O Merk Whippink dan sempat viral di jagat media sosial Instagram melalui akun @makassar_iinpo,” jelasnya.
Kasus peredaran jual beli Whippink sudah berstatus penyidikan sejak penyidik membongkar keberadaan 16 gudang penyimpanan produk milik PT SSS yang tersebar di 12 kota. Produk itu disebut belum mengantongi legalitas maupun izin edar dari BPOM.
Gudang-gudang tersebut berada di Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok. Berdasar penelusuran penyidik, perusahaan itu diduga meraup keuntungan fantastis dari penjualan ilegal Whippink dengan omzet mencapai Rp 2,1 miliar hingga Rp 7,1 miliar dalam 6 bulan.