← Beranda
Kapolri Paparkan Hasil Panen Jagung Polri, 100 Ton Siap Diekspor ke Malaysia
Dhimas GinanjarMinggu, 17 Mei 2026 | 01.55 WIB
Presiden Prabowo (tengah) bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan SPPG Polri secara serentak. (Mabes Polri)

 
JawaPos.com
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian program panen jagung Polri di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Program ini disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap target swasembada pangan nasional.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Kapolri mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung dalam skala besar. Total lahan yang digarap mencapai ratusan ribu hektare.

“Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, capaian tersebut turut mendorong produksi jagung nasional. Kontribusinya disebut ikut meningkatkan produksi nasional sebesar 6,74 persen atau setara 1,8 juta ton.

Untuk tahun 2026, Polri melihat peluang pengembangan lahan yang lebih luas. Potensi lahan yang dapat dimanfaatkan disebut mencapai 1,37 juta hektare di berbagai wilayah Indonesia.

Kapolri juga memaparkan hasil panen jagung pada kuartal pertama 2026. Panen raya sebelumnya digelar pada awal Januari.

“Adapun, pada tanggal 8 Januari 2026, kami telah melakukan Panen Raya Kuartal I pada lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton,” ujar Sigit.

Sementara untuk kuartal kedua, panen raya digelar serentak dengan luas lahan yang jauh lebih besar. Potensi hasil panennya diproyeksikan menembus lebih dari satu juta ton.

Kapolri menyebut panen raya kuartal II mencakup lahan seluas 189.760 hektare. Potensi produksi dari panen ini diperkirakan mencapai 1,23 juta ton.

Sebagian hasil panen juga diarahkan ke pasar ekspor. Sebanyak 100 ton jagung akan dikirim ke Malaysia melalui jalur perbatasan Kalimantan Barat.

“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Adapun, koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500/kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000/kg. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500/kg,” papar Sigit.

Secara khusus, Kapolri juga menyoroti panen raya di Kabupaten Tuban. Lokasi ini menjadi salah satu titik pelaksanaan utama dalam agenda tersebut.

Panen di Tuban dilakukan di lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan kawasan perhutanan sosial. Lahan tersebut dikelola oleh sejumlah kelompok tani dan melibatkan PT Semen Indonesia.

“Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah, dan menjaga stabilitas pasokan,” tutup Sigit.

EDITOR: Dhimas Ginanjar