← Beranda
Prabowo Senang Kejagung Empat Kali Pamer Penyerahan Uang Sitaan Senilai Total 40 Triliun
Muhammad RidwanRabu, 13 Mei 2026 | 22.53 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara 'Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan' di Kompleks Kejagung, Jakarta, Rabu (13/5).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto merasa bangga atas kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satgas PKH yang kembali menyetorkan uang sitaan senilai Rp 10.270.051.886.464 atau Rp 10,2 triliun. Prabowo mengakui dirinya telah empat kali diundang Kejagung untuk menyaksikan penyerahan tumpukan uang triliunan rupiah.

"Saya kira ini adalah acara yang kesekian kali, sudah keberapa kali ini ya? Keempat kali. Keempat kali dengan total penyerahan berapa? 40 triliun kurang lebihnya. Saya senang diundang terus acara begini," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara 'Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan' di Kompleks Kejagung, Jakarta, Rabu (13/5).

Kebanggan itu disampaikan Prabowo saat mihat secara langsung tumpukan uang Rp 10 triliun. Bahkan, Prabowo menyebut bahwa Juni 2026 nanti akan ada penyerahan uang lagi sebanyak Rp 11 triliun.

Baca Juga: Ibam Divonis 4 Tahun Penjara, Pengacara Tegaskan Kliennya Tak Bisa Langsung Dieksekusi

"Dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun uang-uang yang tidak jelas," ujarnya.

Ia mengungkapkan uang senilai puluhan miliar itu diduga merupakan milik koruptor yang tersimpan di sejumlah rekening tetapi tidak jelas kepemilikannya.

"Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening tidak jelas," bebernya.

Prabowo menyebut, pihak keluarga maupun ahli waris tidak mengetahui adanya kepemilikan uang puluhan miliar yang tersimpan di bank. Karena itu, Prabowo menegaskan akan memindahkan uang tersebut untuk dipergunakan sebagai kepentingan rakyat.

"Sudah sekian tahun tidak diurus, ya saya katakan kalau sudah sekian tahun tidak diurus dan sudah satu tahun kita umumkan tidak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah