JawaPos.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, memberikan klarifikasi terkait adanya respon negatif dari sejumlah buruh mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5) lalu.
Dikatakan Andi Gani, dalam acara tersebut para buruh sebenarnya memberikan apresiasi saat program pertama kali dipaparkan. Namun, suasana berubah ketika muncul pertanyaan Prabowo mengenai kemanfaatan program tersebut.
"Ketika Presiden (Prabowo) menyampaikan program MBG, semua bertepuk tangan. Ketika pertanyaan kedua: 'MBG bermanfaat atau tidak?' banyak yang menjawab tidak," ujar Andi Gani di Jakarta, Senin (4/5).
Baca Juga: Gus Ipul Klarifikasi Tudingan Korupsi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu: Itu Pemberian Khofifah!
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut kepada para anggota, Bos serikat buruh itu menemukan alasan di balik jawaban tersebut. Dia menyebutkan bahwa faktor status pernikahan menjadi penyebab utama perbedaan respon di kalangan buruh.
"Nah, ketika kami sampaikan kepada anggota, 'kenapa kamu menjawab tidak?' karena memang mereka lajang dan belum menikah. Teman-teman bisa melihat video tersebut diulang-ulang, kami para pimpinan konfederasi melihat, 'oh ternyata sebagian besar lajang'. Yang tepuk tangan, yang sudah berkeluarga," jelasnya.
Andi Gani menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari gerakan buruh untuk mempermalukan Presiden Prabowo dalam acara tersebut. Ia justru menyatakan rasa terima kasih dan sayangnya kepada Presiden yang selalu memberikan perhatian kepada kaum buruh. Terlebih pada saat momen May Day.
Baca Juga: Siswa di Pemalang Dikeluarkan dari Sekolah Diduga karena Kritik MBG? ini Penjelasan BGN
"Kami sangat sayang kepada Presiden Prabowo yang sudah sangat memberikan perhatian. Bayangkan, dua kali May Day, dua kali beliau hadir. Dan pasti tahun depan pasti beliau hadir, saya sangat yakin," tegasnya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menyalahartikan jawaban spontan para buruh lajang tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.
"Jadi janganlah kita mencampuradukkan sesuatu yang luar biasa kemarin lalu karena ada satu pernyataan dari Presiden yang dijawab tidak oleh buruh, langsung diambil sikap bahwa gerakan buruh menolak program Presiden," pungkasnya.