← Beranda
Cegah Dampak Buruk bagi Keluarga, Menkomdigi Minta Publik Hentikan Penyebaran Video Tabrakan Kereta Bekasi
Nanda Prayoga• Jumat, 1 Mei 2026 | 18.04 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat menghentikan penyebaran video kecelakaan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Menurutnya, pemerintah mendorong agar tanggung jawab utama diserahkan pada kesadaran bersama publik dalam menyikapi peristiwa tersebut.

“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (1/5).

Ia menekankan bahwa tidak semua kejadian layak untuk disebarluaskan di ruang digital. Menurutnya, ada dua dampak besar yang perlu diwaspadai dari viralnya video tersebut.

Baca Juga: Libur Panjang Hari Buruh 2026: Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek

Diantaranya yakni potensi beredarnya informasi yang belum terverifikasi serta paparan berulang terhadap visual yang bisa memicu trauma, terutama bagi keluarga korban.

“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini harus dilakukan atas dasar kemanusiaan agar tak melakukan sharing yang berlebihan.

"Tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya,” pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan