JawaPos.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api yang menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, pada Selasa (28/4).
Dalam insiden tersebut, mengakibatkan 15 orang meninggal dunia akibat tabrakan keras yang melibatkan rangkaian KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
“Tentu ini adalah kehilangan besar, duka, cita terdalam. Kita aturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik,” kata AHY saat meninjau korban kecelakaan kereta.
AHY juga menyoroti tingginya jumlah korban perempuan dalam insiden tersebut. Ia memastikan peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi, namun menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang tanpa terkecuali harus menjadi fokus utama.
AHY menyampaikan apresiasi sinergi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Bekasi, tenaga medis, PT KAI, Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan dalam proses evakuasi hingga bantuan bagi korban dan keluarga terdampak.
“Saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani di perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” tegasnya.
Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan, investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan komprehensif, mencakup berbagai aspek, termasuk sistem persinyalan dan operasional.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan pada titik-titik perlintasan sebidang yang masih memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover dan underpass perlu dipercepat, disertai peningkatan sistem pengamanan berbasis teknologi.
Baca Juga: Sepenggal Kisah Duka dari Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
“Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” paparnya. (*)