← Beranda
KNKT Sudah Turunkan Tim untuk Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Syahrul YunizarSelasa, 28 April 2026 | 16.01 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)

 

JawaPos.com - Untuk mencari tahu penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (24/4), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menurunkan tim investigasi. Langkah itu diambil sejak KNKT menerima informasi terjadinya kecelakaan yang melibatkan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

”Sejak tadi malam (Senin), 3 orang investigator kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi,” tulis KNKT dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (28/4).

Pagi ini, investigator KNKT melanjutkan proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Berdasar informasi yang diterima oleh awak media, kecelakaan itu menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

”Investigasi akan dilanjutkan. Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan,” lanjut KNKT.

Sebelumnya diberitakan bahwa Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin memperbarui informasi mengenai jumlah korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4). Jumlah korban meninggal dunia sampai pagi ini mencapai 7 orang.

Baca Juga: KAI Daop 6 Batalkan 9 Perjalanan Kereta Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

”Saya meng-update jumlah korban pada kecelakaan kereta pada tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan ada yang masih terperangkap ada 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” ungkap Bobby.

Dia mengakui, proses evakuasi memang berjalan cukup lama. Sejak lebih kurang pukul 21.00 WIB kemarin malam, Tim SAR Gabungan sudah berjibaku sekitar 9 jam. Itu dilakukan agar seluruh korban yang terjebak dalam gerbong dapat dikeluarkan. Utamanya korban yang masih hidup.

”Evakuasi ini terus terang cukup lama, dan kami lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali,” ujarnya.

Berdasar informasi terbaru, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 7 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang sempat terhimpit dalam gerbong KRL. Setelah berjam-jam terjebak, 5 korban berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat. Sementara 2 korban lainnya meninggal dunia.

Merujuk laporan terbaru yang disampaikan oleh Kantor SAR Jakarta, evakuasi korban kecelakaan tersebut berlangsung sejak Senin malam (27/4). Dengan berbagai cara yang dilakukan oleh petugas, proses evakuasi terus berlanjut sampai Selasa pagi (28/4).

”Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan,” ungkap Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari kepada awak media.

Berdasar laporan yang tercatat dari jam ke jam, Desiana mengungkapkan bahwa korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 02.42 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur jadi 7 Orang

Pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses evakuasi kemudian berlanjut sampai pada pukul 05.49 WIB petugas berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata (30).

Kemudian pada pukul 05.59 WIB seorang korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26) dan pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan.

Tidak berhenti sampai di situ, evakuasi yang berlangsung lebih dari 10 jam kembali membuahkan hasil. Pada pukul 07.25 WIB, seorang korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.

”Berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang, dengan rincian 85 korban selamat dalam perawatan di rumah sakit serta ada juga yang langsung dibawa pulang karena hanya mengalami luka ringan, dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia,” terang Desiana.

EDITOR: Estu Suryowati