JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Sarmuji, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agripinus Rumatora alias Nus Kei, menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4). Ia meminta aparat kepolisian agar mengusut peristiwa tersebut sampai tuntas.
"Kami sangat berduka, sedih dan marah atas peristiwa ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan keluarga besar DPD Maluku, khususnya Maluku Tenggara," kata Sarmuji saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (19/4).
Sarmuji mendukung aparat kepolisian dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas. Mengingat, penikaman itu telah mengakibatkan Nus Kei meninggal dunia.
"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntaa peristiwa teraebut," tegasnya.
Di sisi lain, Sarmuji mengimbau para kader Partai Golkar tidak terpancing atas peristiwa penikaman terhadap Nus Kei. Ia mengimbau para kader menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada polisi.
"Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agripinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Bandar Langgur, Minggu (19/4). Peristiwa terjadi saat Nus Kei baru tiba dengan pesawat dari Jakarta sekitar pukul 11.25 WIT.
Nus Kei datang ke Langgur untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi membenarkan terjadinya tindak pidana penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Nus Kei. Ia mengungkapkan, secara tiba-tina Nus Kei ditikam oleh orang tidak dikenal.
“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ucap Rositah Umasugi kepada wartawan, Minggu (19/4).
Sesaat peristiwa penikaman, lanjut Rositah, Nus Kei sempat dibawa keluarga ke RS Karel Sadsuitubun, pada pukul 12.00 WIT. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami.
Polres Maluku Tenggara bergerak cepat mengusut peristiwa tersebut. Dipimpin langsung Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. "Keduanya berinisial HR 28 tahun dan FU 36 tahun," bebernya.
Ia menegaskan, saat ini terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Sat Reskrim Polres Malra. Aparat kepolisian masih menggali motif dibalik penikaman terhadap Nus Kei. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rositah memastikan Kapolda Maluku telah memerintahkan jajaran Polres Maluku Tenggara untuk menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tuntas. Ia pun mengimbau tidak ada aksi balas dendam dari peristiwa tersebut.
Baca Juga: Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Langgur, Begini Kronologinya
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ungkap dia. (*)