JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah serius mengikis ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos). Pasalnya, hingga saat ini masih banyak ditemukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terus-menerus menerima bantuan selama lebih dari lima tahun tanpa ada peningkatan ekonomi yang signifikan.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan, paradigma ini harus segera diubah. Alih-alih hanya memberikan bantuan tunai, Kemensos ingin mendorong program pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri secara finansial.
Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, Kemensos mengajak sektor perbankan, khususnya Bank Mandiri dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk turun tangan langsung dalam proses pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Donald Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran, Havana Siap Melawan
Dalam pertemuan dengan perwakilan Bank Mandiri di Kantor Kemensos, Senin (13/4), Agus Jabo menekankan pentingnya peran bank pelat merah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
"Inilah yang diinginkan Presiden, agar Himbara lebih terlibat dalam upaya menggerakkan pemberdayaan," ujar Agus Jabo.
Keluar dari Zona Nyaman Bansos
Agus Jabo menjelaskan bahwa penguatan pemberdayaan adalah kunci agar KPM tidak lagi terjebak dalam ketergantungan bantuan jangka panjang. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memberikan "kail" ketimbang hanya "ikan".
Dengan adanya program pemberdayaan, diharapkan kualitas hidup masyarakat meningkat secara bertahap hingga mereka mampu melakukan graduasi atau mandiri secara ekonomi. Namun, ia mengakui Kemensos tidak bisa berjalan sendirian dalam mengeksekusi visi ini.
"Saya minta penguatan pemberdayaan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bansos. Kementerian Sosial juga akan merangkul berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri dan Himbara untuk memperkuat program tersebut," imbuhnya.
Contoh Riil Pemberdayaan: Dari Ternak Hingga Modal Usaha
Salah satu bentuk nyata yang telah dijalankan Kemensos adalah bantuan ternak ayam petelur di berbagai wilayah. Program ini dinilai efektif karena memiliki dampak ganda: memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan dari penjualan telur.
Selain sektor peternakan, Agus Jabo memaparkan sejumlah strategi pemberdayaan lain yang bisa dikolaborasikan dengan Himbara, di antaranya, pelatihan keterampilan khusus, pemberian bantuan modal usaha, penyediaan alat produksi modern hingga penyelenggaraan workshop peningkatan kapasitas diri bagi KPM.
Melalui sinergi antara pemerintah dan perbankan, diharapkan angka penerima bansos menahun bisa ditekan, dan masyarakat kelas bawah mampu naik kelas menjadi pelaku usaha yang mandiri.