← Beranda
Buka Muktamar XXI Mathla'ul Anwar, Menag Nasaruddin Umar Ajak Ormas Bersinergi Hadapi Perubahan Global
Muhammad RidwanMinggu, 12 April 2026 | 23.59 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri pembukaan Muktamar XXI Mathla'ul Anwar (MA) di Plaza Aspirasi, Kota Serang, Banten, Sabtu (11/4).

JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas), untuk merapatkan barisan dan memperkuat sinergi dalam menghadapi perubahan global yang kian cepat.

Hal tersebut disampaikan saat Menag membuka secara resmi Muktamar XXI Mathla'ul Anwar (MA) di Plaza Aspirasi, Kota Serang, Banten, Sabtu (11/4).

“Mempersiapkan umat masa depan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri oleh negara atau ormas tertentu, tetapi membutuhkan kerja sama dan sinergi semua pihak. Mari kita saling mengokohkan,” kata Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Kronologi OTT Bupati Tulungagung, KPK Bawa 13 Orang ke Jakarta, Ada Anggota DPRD

Menurutnya, muktamar menjadi momentum penting untuk merumuskan arah pembinaan umat agar mampu membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar, serta tetap bergerak maju dengan arah yang jelas.

Ia menilai Mathla'ul Anwar memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah bangsa dan berperan strategis dalam pembinaan umat, baik di bidang pendidikan maupun pemberdayaan sosial.

“Ia adalah jembatan yang menghubungkan ajaran agama dengan kehidupan sosial. Melalui Muktamar XXI ini, kita berharap tidak hanya lahir kepemimpinan baru, tetapi juga gagasan segar untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun bangsa,” tegasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menyebut Muktamar XXI sebagai momentum penting dalam sejarah organisasi, terlebih karena untuk pertama kalinya digelar di ibu kota Provinsi Banten.

“Muktamar ini bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat arah organisasi dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa,” muktamar ini diarahkan menghasilkan keputusan strategis guna memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam tiga bidang utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial.

Ketua OC Muktamar XXI Mathla'ul Anwar, Asep Rohmatulloh, memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang dan terstruktur.

“Seluruh tahapan muktamar disusun secara sistematis, mulai dari administrasi, teknis pelaksanaan, hingga agenda persidangan, agar berjalan tertib, efektif, dan berkualitas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan muktamar berlangsung aman dan kondusif berkat dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen organisasi.

Muktamar ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional bagi kader Mathla’ul Anwar dalam memperkuat arah gerakan di tengah dinamika global, termasuk transformasi digital, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat.

Asep menambahkan, dinamika yang sempat terjadi di lapangan, termasuk terkait penertiban atribut muktamar, telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.

“Seluruh dinamika telah diselesaikan melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan muktamar berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi kondusif,” jelasnya.

Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam membangun bangsa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Mathla’ul Anwar merupakan bagian penting dari sejarah dan pembangunan peradaban umat di Indonesia. Organisasi ini dinilai telah berkontribusi sejak sebelum kemerdekaan, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis madrasah.

“Mathla’ul Anwar bukan sekadar organisasi, tetapi warisan ulama dan pilar peradaban umat yang terus hidup dan berkembang,” pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah