← Beranda
Duka Prabowo untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Muhammad RidwanMinggu, 5 April 2026 | 23.18 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prabowo mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai tindakan keji yang merusak upaya menjaga stabilitas dunia.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Baca Juga: Donald Trump Klaim Pilot Kedua Jet F-15 AS Berhasil Diselamatkan, Iran Sebut Pesawat Penolong Justru Ditembak Jatuh

Ia menegaskan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan. Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga perdamaian dan persatuan.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Baca Juga: Pasukan Israel Diduga Hancurkan 17 Kamera CCTV UNIFIL di Lebanon Selatan dalam 24 Jam

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4), Prabowo menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang diselimuti bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga kali serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar rapat darurat.

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” ucap Sugiono.

Ia menjelaskan, pasukan perdamaian memiliki mandat untuk menjaga stabilitas, bukan melakukan operasi tempur. Oleh karena itu, Indonesia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.

“Kita meminta PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya di UNIFIL,” pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo