← Beranda
Viral Doa Istri Prajurit TNI di UNIFIL Usai Serangan Israel di Lebanon: “Lindungi Suami Kami Ya Allah”
Rian AlfiantoSabtu, 4 April 2026 | 17.17 WIB
Kendaraan UNIFIL melaju di jalan utama di Qlayaa, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, saat konflik AS-Israel dengan Iran berlanjut, di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026. (Reuters).

 

JawaPos.com - Ketegangan di Lebanon selatan kembali memicu kekhawatiran publik Indonesia, bukan hanya karena insiden terbaru yang melukai prajurit, tetapi juga gelombang doa dan kecemasan dari keluarga personel TNI yang viral di media sosial.

Sebelumnya diberitakan, tiga personel Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Jumat (3/4) sore waktu setempat.

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan insiden tersebut melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya dalam kondisi serius.

“Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujar Ardiel dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).

Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Helikopter Black Hawk AS Saat Misi Penyelamatan Pilot, Nasib Awak Masih Misterius

Ketiga prajurit Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, UNIFIL masih menyelidiki sumber ledakan tersebut.

“Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” tambah Ardiel.

Doa Istri Prajurit TNI Viral di Media Sosial

Di tengah kabar mencekam tersebut, perhatian publik Indonesia tertuju pada unggahan di Instagram, khususnya dari akun @gazaupdate, yang membagikan informasi terkait serangan Israel di Lebanon.

Kolom komentar unggahan itu dipenuhi pesan emosional dari para pengguna yang mengaku sebagai keluarga, bahkan istri prajurit TNI yang sedang bertugas di UNIFIL.

Salah satu komentar yang viral datang dari akun @littaa28:

“Ya Allah, berilah keselamatan dan keamanan untuk suami2 kami disana ya Allah, tolong suami kami disana ya Allah.”

Komentar serupa juga disampaikan pengguna lain, @yaniwulandarisyahputrii, yang menyebut suaminya berada dalam satu kompi dengan personel terdampak serangan:

“Kompi suami lindungi suamiku ya Allah.”

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Bupati Pati Nonaktif Sudewo

Gelombang doa ini mencerminkan kecemasan nyata keluarga prajurit di Tanah Air, sekaligus memperlihatkan sisi humanis di balik misi perdamaian internasional yang dijalankan TNI.

Pekan Berat bagi Pasukan Perdamaian

UNIFIL menyebut pekan ini sebagai periode sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasinya. Mereka kembali mengingatkan semua pihak untuk menjamin keselamatan personel PBB dan menghindari aktivitas tempur di sekitar area operasi.

Insiden terbaru ini juga menambah daftar duka bagi Indonesia. Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur dalam serangkaian serangan di Lebanon.

Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sehari berselang, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang.

Situasi keamanan di Lebanon selatan yang terus memanas membuat keselamatan pasukan perdamaian internasional, termasuk dari Indonesia, kembali menjadi sorotan global.

Di tengah konflik yang belum mereda, suara doa dari keluarga di Indonesia menjadi pengingat kuat: di balik setiap seragam penjaga perdamaian, ada keluarga yang menanti dengan harap dan cemas.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan