JawaPos.com-Kabar gembira bagi warga Ponorogo dan sekitarnya. Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo resmi diresmikan hari ini, Minggu (29/3).
Acara yang bertepatan dengan Harlah ke-40 RSU Muslimat Ponorogo ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional, mulai dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar, Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Setelah menekan tombol peresmian secara simbolis, rombongan langsung meninjau fasilitas di lantai 5.
Di sana, tersedia berbagai pilihan ruang rawat inap mulai dari kelas 1, VIP, hingga VVIP. Gus Ipul memberikan apresiasi langsung terhadap kualitas fasilitas medis terbaru ini.
"Bagus ini ruangannya, nyaman untuk pasien," ujar Gus Ipul saat meninjau ruangan.
Jadi Pusat Layanan Infertilitas dan Kesehatan Ibu Anak
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa hadirnya gedung baru ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, ia yakin sinergi adalah kunci utama pembangunan.
"Bahwa ternyata ikhtiar-ikhtiar ini, kalau kita bangun sinergi dan kolaborasi, insya Allah bisa," kata Khofifah.
Menariknya, gedung ini diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan unggulan, terutama untuk ibu dan anak. Khofifah mengingatkan kembali kejayaan Ponorogo dalam menangani masalah reproduksi.
"Ponorogo ini dulu terkenal layanan infertility, infertility itu adalah mereka-mereka yang sulit mendapatkan proses kehamilan, baik karena laki-laki maupun perempuan. Di Ponorogo ini menjadi episentrum, bagaimana infertility itu mendapat layanan," tambahnya.
Sejarah di Balik Nama "Gus Dur"
Pemilihan nama Gedung KH. Abdurrahman Wahid bukan tanpa alasan. Nama ini diambil untuk mengenang jasa Presiden RI ke-4 tersebut.
Flashback ke tahun 1986, saat rumah sakit ini masih berstatus Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), Gus Dur-lah yang kala itu menjabat Ketua PBNU—turun langsung untuk meresmikannya. Kini, di usianya yang ke-40, RSU Muslimat Ponorogo bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan modern yang siap melayani masyarakat lebih luas. (*)
Baca Juga: Penghematan Energi Dampak Perang Timur Tengah, Khofifah Terapkan WFH Bagi ASN Jatim