← Beranda
311 Ribu Orang Sudah Tinggalkan Jawa ke Sumatera, Penyeberangan Merak–Bakauheni masih Lancar
Rian AlfiantoSelasa, 17 Maret 2026 | 02.52 WIB
Ilustrasi kendaraan mengantre masuk ke kapal di Pelabuhan Merak Banten. (Istimewa)

 

JawaPos.com-Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur penyeberangan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan peningkatan sejak sepuluh hari sebelum Hari Raya. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lebih dari 311 ribu penumpang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera hingga H-5 Lebaran.

Meski volume pergerakan terus bertambah, kondisi layanan penyeberangan di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Ciwandan, dan Bojonegara diklaim masih terpantau ramai namun tetap lancar dan terkendali.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan situasi di kawasan pelabuhan penyeberangan Jawa–Sumatera hingga saat ini masih kondusif tanpa antrean panjang di luar area pelabuhan.

Menurutnya, kendaraan logistik di Pelabuhan BBJ Bojonegara serta pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi di Pelabuhan Merak maupun Ciwandan tetap dapat terlayani dengan baik tanpa penumpukan berarti.

Data Posko Merak mencatat, pada Senin (16/3) atau H-5 Lebaran hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 41.702 orang. Angka ini turun sekitar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 47.193 orang.

Sementara itu, pergerakan kendaraan menunjukkan tren yang bervariasi. Kendaraan roda dua tercatat 4.241 unit, naik 11,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.539 unit, turun 23,1 persen. 

Untuk kendaraan logistik berupa truk tercatat 743 unit atau turun 23,4 persen, sementara bus meningkat 12,3 persen menjadi 274 unit. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang pada periode tersebut mencapai 10.797 unit.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan peningkatan aktivitas penyeberangan menjelang Lebaran merupakan pola tahunan yang selalu terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung.

“Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3). Karena itu kami sudah menyiapkan berbagai langkah operasional serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar layanan penyeberangan tetap optimal,” ujar Heru.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menerapkan sistem delaying atau pengaturan antrean kendaraan di sejumlah titik buffer zone di jalur menuju pelabuhan. 

Beberapa lokasi yang digunakan antara lain Rest Area KM43 dan KM68, buffer zone JLS di Merak, serta sejumlah titik di wilayah Bakauheni seperti KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, hingga Rumah Makan Gunung Jati.

Langkah ini dilakukan guna menghindari penumpukan kendaraan langsung di area pelabuhan.

Selain itu, kendaraan logistik golongan besar juga dialihkan melalui pelabuhan alternatif. Kendaraan golongan 7, 8, dan 9 yang menuju Sumatera tetap diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara, meskipun kondisi di Pelabuhan Merak relatif lengang.

“Kita harus konsisten dengan skema yang sudah disepakati agar distribusi kendaraan tetap seimbang dan pelayanan penyeberangan berjalan optimal,” kata Dudy.

Untuk mendukung operasional selama arus mudik, ASDP bersama para pemangku kepentingan juga menyiagakan 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni. Para petugas ditempatkan di berbagai titik mulai dari buffer zone, jalan akses menuju pelabuhan, hingga area terminal penumpang.

Koordinasi operasional juga dilakukan secara real time melalui Port Operation Control Center (POCC) guna memastikan pergerakan kapal dan kendaraan dapat dipantau secara maksimal.

Secara kumulatif, data Posko Merak menunjukkan bahwa sejak H-10 hingga H-5 Lebaran, total penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 311.517 orang, meningkat 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 291.945 orang.

Adapun jumlah kendaraan yang telah menyeberang tercatat 72.629 unit, naik 6,9 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 67.593 unit.

Sementara itu, arus pergerakan dari Sumatera menuju Jawa juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni dan pelabuhan sekitarnya menuju Jawa mencapai 191.988 orang, naik 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah kendaraan dari Sumatera menuju Jawa tercatat 40.236 unit, meningkat 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang agar membeli tiket secara online melalui aplikasi atau situs Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

Pengguna jasa juga diminta sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan serta menghindari pembelian melalui calo demi menghindari kerugian.

Baca Juga: Antrean Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mengular hingga 27 Kilometer, Polda Bali Atur Arus Kendaraan

“Kami berharap dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang tertib, aman, nyaman, dan lancar,” kata Heru. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan