← Beranda
Arus Mudik H-6 Lebaran 2026, 88 Ribu Orang Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Rian AlfiantoSenin, 16 Maret 2026 | 19.57 WIB
Ilustrasi kendaraan mengantre masuk ke kapal di Pelabuhan Merak Banten. (Istimewa)

JawaPos.com - Arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 di jalur penyeberangan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan lonjakan signifikan.

Data terbaru mencatat puluhan ribu pemudik telah menyeberang melalui sejumlah pelabuhan utama di Selat Sunda pada H-6 Lebaran.

Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam pada 15 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, total 134 trip kapal dioperasikan dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menuju Sumatera.

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada periode tersebut mencapai 88.791 orang, atau melonjak 44,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 61.383 orang.

Baca Juga: Tips Mudik Pakai Mobil Listrik: Cara Jaga Baterai Tetap Efisien saat Perjalanan Jauh

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan peningkatan juga terjadi pada hampir seluruh kategori kendaraan yang menyeberang.

“Terjadi peningkatan signifikan baik pada jumlah penumpang maupun kendaraan yang menyeberang pada periode H-6 dibandingkan tahun lalu,” ujar Windy.

Untuk kendaraan, sepeda motor menjadi kategori dengan kenaikan tertinggi. Tercatat sebanyak 5.996 unit motor menyeberang dari Jawa ke Sumatera, naik 89,7 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 3.161 unit.

Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 10.705 unit, meningkat 27,2 persen dari tahun lalu sebanyak 8.413 unit.

Adapun kendaraan logistik berupa truk mencapai 2.237 unit, naik 14,2 persen, sedangkan bus tercatat 852 unit, meningkat 61,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Lonjakan Arus Mudik H-6 Lebaran di Gilimanuk: 80 Ribu Orang Menyeberang ke Jawa, Motor Naik Lebih dari 50 Persen

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-6 mencapai 19.790 unit atau naik 40,8 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 14.059 unit.

Jika dihitung secara kumulatif sejak H-10 hingga H-6, total penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 287.802 orang, meningkat 8,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 264.174 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang pada periode yang sama mencapai 68.816 unit, naik 13,8 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 60.452 unit.

Arus Balik Sumatera–Jawa Ikut Meningkat

Di sisi lain, pergerakan penyeberangan dari Sumatera ke Jawa juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi arus mudik dari Jawa.

Data Posko Bakauheni menunjukkan selama periode yang sama terdapat 131 trip kapal yang beroperasi dari Pelabuhan Bakauheni menuju Jawa.

Baca Juga: 2 Fakta Macet Horor di Gilimanuk! Mudik Lebih Awal dan Lonjakan Jumlah Kendaraan Picu Antrean Panjang

Total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu menuju Jawa mencapai 46.641 orang, meningkat 14,9 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 39.708 orang.

Untuk kendaraan roda dua tercatat 877 unit, naik 62,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 539 unit.

Kendaraan roda empat mencapai 5.210 unit atau meningkat 15,4 persen dari sebelumnya 4.514 unit.

Sementara itu, kendaraan logistik berupa truk mencapai 2.374 unit, naik 13,4 persen, dan bus tercatat 631 unit, meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6 mencapai 9.092 unit, naik 17,4 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 7.747 unit.

Baca Juga: Macet Horor 31 KM di Gilimanuk! ASDP Tambah Armada Kapal Mudik Nyepi, Terapkan Skema Kapal "Sapu Jagat"!

Namun secara kumulatif sejak H-10 hingga H-6, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 183.820 orang, sedikit turun 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 186.134 orang.

Sedangkan total kendaraan pada periode tersebut mencapai 40.870 unit, meningkat 4,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 39.077 unit.

Lonjakan arus penyeberangan ini diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik Lebaran 2026, seiring semakin banyaknya masyarakat yang mulai melakukan perjalanan ke kampung halaman.

 

EDITOR: Bayu Putra