JawaPos.com - Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengakui sudah menerima surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Surat itu berisi ucapan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel dan Amerika Serikat beberapa hari lalu.
Tidak hanya Prabowo, Boroujerdi menyatakan bahwa dirinya juga menerima ucapan belasungkawa dari sejumlah tokoh, akademisi, cendekiawan, dan pengusaha di Indonesia.
Seluruhnya turut menyatakan duka cita atas meninggalnya Khamenei. Atas ucapan duka cita itu, dia menyampaikan terima kasih dan menghaturkan permohonan maaf karena belum bisa membalas satu per satu.
Baca Juga: IAEA Ungkap Fakta Program Nuklir Iran, Bukti Pengembangan Bom Nuklir Tidak Ditemukan
”Beberapa hari ini kami telah menerima banyak pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami juga telah menerima surat resmi belasungkawa dari Yang Mulia Bapak Prabowo Subianto kepada presiden Iran berkaitan dengan peristiwa yang terjadi. Banyak akademisi, cendekiawan, para guru dari pengusaha, perwakilan dari ormas, ulama, berbagai tokoh menyampaikan solidaritasnya,” kata dia.
Keterangan itu disampaikan oleh Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi di kediamannya pada Kamis sore (5/3).
Dalam acara itu, ratusan orang berdatangan untuk memberikan dukungan secara langsung kepada Iran. Mereka menyesalkan perang harus pecah dan merenggut banyak nyawa, termasuk Khamenei.
”Para musuh telah membunuh seorang pemimpin agung yang seluruh pemikirannya adalah untuk melawan kekerasan, melawan ekstremisme, dan berbagai kekerasan yang mungkin saja terjadi,” ujarnya.
Khamenei adalah sosok penting di balik revolusi Iran. Selama 47 tahun Khamenei memimpin rakyat Iran, kata Boroujerdi, pemimpin agung itu telah mencurahkan segalanya.
Baca Juga: Senat AS Tolak Resolusi untuk Batasi Wewenang Trump dalam Perang Lawan Iran
Menurut dia, Khamenei adalah sosok pemimpin yang selalu mengutamakan rakyatnya, tidak pernah lelah mendoakan dan memperjuangkan rakyat Iran.
”Hari ini kita sedang berduka terhadap kehilangan seorang pemimpin agung yang tidak pernah kompromi dengan pihak musuh. Yang selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida. Yang melawan pembunuhan di manapun itu berada,” ucap dia.
Sejak Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pekan lalu (28/2), eskalasi konflik terus naik. Tidak kurang sudah enam hari perang berkecamuk di Timur Tengah.
Sebagai balasan serangan Israel dan AS, Iran mengirim rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara yang berada di sekitar Iran.
Baca Juga: Ratusan Orang Padati Kediaman Dubes Iran di Jakarta untuk Doakan Korban Perang di Timur Tengah